infosatu.co
Samarinda

‘Kami Idea’ Ungkap Tren Hijab 2026 di East Borneo Islamic Festival 2025

Teks: Istafiana Candarini, Owner Brand Kami Idea bersama Model

Samarinda, infosatu.co — Perkembangan tren mode hijab ke depan, diproyeksikan bergerak ke arah yang semakin sederhana, nyaman, dan fungsional tanpa meninggalkan identitas merek.

Hal tersebut mengemuka dalam bincang inspiratif bertajuk “Tren Mode Hijab 2026” yang menghadirkan Istafiana Candarini, Owner Kami Idea, bersama Widia dari CIMB Niaga Syariah Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bincang kreatif ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan East Borneo Islamic Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Islamic Center Samarinda.

Dalam perbincangan tersebut, Istafiana Candarini mengungkapkan bahwa perjalanan brand Kami Idea berawal dari kesederhanaan.

Brand yang didirikan sejak 2009 itu lahir dari tiga pendiri yang menginginkan nama yang dekat dengan keseharian, mudah diingat, dan memiliki makna mendalam.

“Nama ‘Kami’ dipilih karena memang kami yang menjalankannya. Namun di balik itu, dalam bahasa Jepang ‘Kami’ juga berarti Tuhan,” katanya.

“Dari situ kami memaknainya sebagai doa, bahwa perjalanan brand ini selalu kami sandarkan kepada Tuhan, karena inspirasi sejatinya datang dari-Nya,” ujarnya di halaman Islamic Center, Senin 29 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa filosofi tersebut juga tercermin dalam logo “Kami Idea”, termasuk keberadaan satu titik di belakang logo yang melambangkan awal dari sebuah ide.

Menurutnya, setiap gagasan besar selalu berangkat dari satu titik kecil yang kemudian berkembang.

Berbicara mengenai tren mode hijab 2026, Istafiana menilai bahwa konsumen kini semakin mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, dan kesederhanaan desain.

Logo tidak lagi harus tampil besar dan mencolok, melainkan cukup hadir sebagai identitas yang halus namun tetap dikenali.

“Ke depan, gaya hijab akan lebih simpel, nyaman, dan mudah dipadupadankan. Tetap ada statement, tapi tidak berteriak. Identitas brand tetap kuat, namun tampil lebih ramah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa “Kami Idea” kini merancang koleksi berdasarkan konsep warna per kuartal, sehingga antarkoleksi tetap saling terhubung dan memudahkan konsumen dalam melakukan mix and match.

Pendekatan ini juga bertujuan mengurangi kebingungan saat memilih busana sehari-hari.

Selain itu, “Kami Idea” juga terus menyempurnakan produk kerudung instan yang kini telah memasuki edisi ketiga, dengan bahan yang lebih tipis, nyaman, serta inner yang dirancang agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan.

Dalam sesi tersebut, Istafiana juga membagikan kisah awal merintis usaha. Ia mengakui bahwa memulai bisnis bukanlah hal mudah.

Keputusan membangun “Kami Idea” diambil setelah melalui proses bekerja, menabung, berdiskusi dengan orang tua, hingga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan pasangan.

“Dukungan orang terdekat sangat penting. Kami menabung selama dua tahun, lalu seluruh tabungan itu kami gunakan untuk membangun usaha. Kami juga tumbuh bersama komunitas kreatif pada masa itu,” tuturnya.

Ia pun menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha.

Menurutnya, keuangan pribadi dan bisnis harus dipisahkan secara jelas agar perkembangan usaha dapat terukur.

“Di awal memang sulit, tapi setelah berjalan, kami menetapkan gaji, melakukan pencatatan keuangan yang rapi, hingga menyusun anggaran tahunan. Transparansi dan komunikasi menjadi kunci agar usaha bisa terus berjalan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Widia dari CIMB Niaga Syariah Samarinda menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bijak, khususnya bagi generasi muda dan pelaku usaha kreatif.

Ia menilai bahwa kebiasaan mengelola keuangan sejak dini akan sangat menentukan keberlanjutan usaha dan kondisi finansial di masa depan.

“Anak muda perlu membiasakan diri menyisihkan penghasilan, tidak hanya untuk kebutuhan harian, tetapi juga untuk pengembangan diri dan investasi. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas peran komunitas Kami People yang tumbuh dari interaksi organik di media sosial.

Awalnya hanya berupa hashtag di Instagram, komunitas ini kemudian berkembang menjadi wadah pelanggan setia “Kami Idea” dari berbagai daerah di Indonesia, dengan berbagai keistimewaan dan program apresiasi.

Menutup bincang inspiratif tersebut, Istafiana berharap generasi muda tidak takut untuk memulai, berani belajar dari proses, serta mampu membaca tren dengan cermat agar dapat berinvestasi secara tepat, termasuk dalam memilih busana yang bernilai guna jangka panjang.

Bincang inspiratif ini tidak hanya memberikan gambaran arah tren mode hijab 2026, tetapi juga mempertemukan perspektif kreatif dan finansial sebagai bekal penting bagi generasi muda dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Related posts

Pelindo Perkuat Pengawasan di Sungai Mahakam, Pemanduan 24 Jam

Dhita Apriliani

Rumah Warga Rusak Disenggol Ponton Batu Bara

Firda

Mallisa Leslye Agustin: Komunikasi Lingkungan Aspek Penting Bangun Kesadaran dan Aksi Masyarakat

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page