infosatu.co
Samarinda

Kaltim Tempatnya Perantau, Tanpa Konflik SARA

Isran Noor saat ditemui media dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim. (Foto: Lydia)

Samarinda, infosatu.co – Kaltim tempatnya para pendatang dan perantau dari berbagai suku. Ditopang dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah seperti minyak, gas dan batu bara.

Apalagi Presiden Joko Widodo telah memutuskan memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim, perantau semakin berdatangan ke provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Kaltim Isran Noor ini.

Dalam kesempatan itu, Isran mengatakan bahwa memang Kaltim ini sejak dulu sampai sekarang selalu terbuka dan menerima kedatangan saudara-saudara dari arah manapun. Masyarakat dari mana saja hidup berdampingan tidak melihat adat budaya, agama dan sosial.

“Bahkan ketika kerajaan kutai statusnya kesultanan dan menempatkan saudara-saudara dari Bugis di Samarinda Seberang yang dipimpin oleh Daeng Mangkona,” ungkap Isran di Lantai 3 Ballroom Hotel Mercure beberapa waktu lalu.

Ia berpendapat, jika itu dilakukan secara baik dan saudara-saudara dari daerah manapun selalu diterima secara terbuka, dihormati dan dihargai.

“Itu dilakukan sebelum kedatangan suku bangsa lain di Indonesia, Kaltim menghormati dan menghargai suku-suku yang datang ke sini,” katanya.

Meskipun banyak suku lain dari berbagai daerah merantau ke Kaltim hingga sekarang, Isran berpendapat bahwa Kaltim itu terkenal tidak pernah terjadinya konflik Suku, Agama dan Ras (SARA).

“Seluruh Kalimantan pernah terjadinya konflik SARA. Mohon maaf seperti Kalbar Kalteng, Kalsel bahkan Kaltara yang baru saja menjadi provinsi pernah terjadi konflik antar suku,” terangnya.

Meskipun pernah terjadi berbagai konflik di Kaltim, menurut Isran, konflik tersebut tidak termasuk dalam kategori konflik SARA. Provinsi yang dipimpinnya ini merupakan tempatnya anak bangsa.

“Banyaknya anak suku bangsa yang berada di Kaltim, tidak pernah terjadinya konflik SARA. Mudah-mudahan dan jangan sampai terjadi, di sini tempatnya anak bangsa yang berasal dari berbagai daerah di nusantara, berbagai adat budaya, agama dan sosial. Jadi ini harus kita pelihara bersama,” harapnya. (editor: irfan)

Related posts

Polresta Samarinda Sebar 1.202 Personel di 10 Pos Pengamanan Lebaran

Firda

Kapolresta Samarinda Pimpin Apel Gelar Pasukan, Operasi Ketupat Mahakam 2026 Siap Amankan Mudik

Firda

Manfaatkan Kesempatan Terakhir, Penukaran Uang BI di Gedung Pramuka Berakhir

Firda

You cannot copy content of this page