infosatu.co
Samarinda

Jelang Ramadan dan Imlek, Harga Telur di Pasar Pagi Samarinda Mulai Merangkak Naik

Teks: Toko Sembako Pasar Segiri (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Pagi Samarinda mulai mengalami kenaikan.

Salah satu komoditas yang sudah menunjukkan peningkatan harga adalah telur ayam.

Hal tersebut disampaikan Ardiwiyogo Tansir, penjual sembako di Pasar Pagi Samarinda.

Ia menyebut, kenaikan harga telur sudah terasa dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau yang sudah kelihatan naik itu telur. Dari sekitar Rp58 ribu per piring sekarang sudah di kisaran Rp60 ribuan,” ujar Ardiwiyogo saat diwawancara, Sabtu 7 Februari 2026.

Meski demikian, ia mengungkapkan harga telur masih cenderung fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Menurutnya, harga telur memang kerap naik turun hampir setiap hari.

“Telur ini kan memang nggak tentu, kadang bisa turun juga, tergantung kondisi harian,” jelasnya.

Untuk komoditas lain seperti beras, Ardiwiyogo mengaku belum melakukan pengecekan harga secara menyeluruh. Pasalnya lapak sembako yang saat ini ia kelola di Pasar Pagi masih tergolong baru beroperasi.

“Kalau beras sementara saya belum ngecek, karena di sini saya juga baru buka,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya sudah memiliki usaha sembako di rumah dengan konsep grosir.

Sementara lapak di Pasar Pagi saat ini lebih difokuskan pada penjualan eceran sehingga harga cenderung sedikit lebih tinggi.

“Kalau di sini memang eceran, jadi harganya pasti agak lebih tinggi. Kalau yang di rumah itu khusus grocery, grosir,” ungkapnya.

Terkait kondisi penjualan, Ardiwiyogo mengatakan lapaknya baru berjalan sekitar satu minggu. Aktivitas pembeli sudah mulai ada meski belum bisa dikatakan ramai.

“Baru seminggu buka. Lumayan ada aja yang beli, tapi belum ramai banget. Masih standar karena memang baru buka,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini masih dalam tahap penyesuaian, termasuk melihat pola pasar dan segmentasi pembeli di Pasar Pagi.

Menurutnya, konsep lapak yang menyerupai minimarket membuat segmen pembeli sedikit berbeda dibandingkan kios sembako tradisional.

“Kami di sini konsepnya kayak minimarket. Jadi mungkin beda juga segmen pembelinya,” katanya.

Ardiwiyogo juga menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan adanya kenaikan harga lanjutan, terutama jika harga dari distributor kembali naik. Namun ia menegaskan pihaknya hanya menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Meski demikian, ia menilai momen Imlek dan Ramadan justru menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan omzet terutama untuk produk-produk tertentu.

“Kalau tantangan sih nggak terlalu. Justru Imlek dan Ramadan itu kesempatan buat naikin omzet. Biasanya yang lebih naik itu bukan sembako, tapi barang-barang seperti biskuit,” jelasnya.

Ardiwiyogo juga berharap keberadaan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Pagi dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memberi dampak positif bagi pedagang.

“Harapannya semoga ke depan makin ramai, baik pengunjung maupun pedagang, supaya sama-sama bisa hidup,” pungkasnya.

Related posts

Sokko Begadang, Cita Rasa Bugis yang Curi Perhatian Malam Samarinda

Dhita Apriliani

Pedagang Pasar Pagi: Harga Bawang Stabil Jelang Imlek, Kenaikan Diprediksi Jelang Puasa

Andika

Fresh Graduate TI, Attiqa Mantapkan Karier sebagai Web Developer Lewat Program MagangHub

Andika

Leave a Comment

You cannot copy content of this page