infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Infrastruktur hingga SDM Kaltim Jadi Fokus di Tengah Peran sebagai Gerbang Utama IKN

Teks: Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji sebagai keynote speaker diskusi panel IKN.

Samarinda, infosatu.co – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menyoroti masih besarnya tantangan infrastruktur dasar di Kalimantan Timur, meski memiliki peran strategis sebagai gerbang utama dan mitra pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Teks: Diskusi panel IKN sebagai tonggak kemajuan Indonesia.

Seno Aji mengungkapkan, kondisi infrastruktur jalan di Kalimantan Timur masih membutuhkan perhatian serius. Jalan provinsi dengan kategori rusak berat masih mencapai sekitar 98 kilometer, sementara jalan rusak ringan tercatat 68 kilometer.

Adapun pada ruas jalan nasional, kerusakan berat masih berada di kisaran 100 kilometer.

“Kita memiliki sumber daya alam yang sangat besar, tetapi kenyataannya infrastruktur dasar kita masih belum memadai. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.

Selain jalan, persoalan layanan dasar juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Cakupan layanan air minum di Kalimantan Timur saat ini baru mencapai sekitar 83 persen, sementara layanan sanitasi berada di angka 84 persen.

“Data ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan yang perlu segera dibenahi, apalagi Kalimantan Timur akan menjadi wilayah penyangga utama IKN,” lanjutnya.

Di tengah tantangan tersebut, Seno menegaskan posisi Kaltim tetap strategis dalam pembangunan IKN.

Letak geografis yang berada di tengah Indonesia serta ketersediaan lahan negara yang luas menjadi alasan utama wilayah ini dipilih sebagai lokasi pemindahan ibu kota.

“Kalimantan Timur berada di tengah Indonesia dan memiliki lahan negara yang sangat luas, sehingga penetapan lokasi Ibu Kota Negara menjadi keputusan yang rasional dan tidak memerlukan pembebasan lahan,” jelasnya.

Seiring berjalannya pembangunan IKN, dampak positif mulai dirasakan, khususnya dari sisi konektivitas wilayah.

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda serta penguatan akses menuju kawasan IKN dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk kawasan segitiga emas (golden triangle) antara Balikpapan, Samarinda, dan IKN.

“Pembangunan jalan tol ini menjadi penghubung utama Balikpapan, Samarinda, dan kawasan IKN. Ini langkah strategis untuk memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Negara,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan Kaltim tidak hanya berhenti pada infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia.

Dimana, angka putus sekolah dan tingkat pengangguran terbuka yang masih berada di atas rata-rata nasional mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis.

“Kami menyadari tantangan ke depan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, fokus kami adalah pendidikan dan kesehatan gratis,” ujarnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur pada 2025 tercatat mencapai 79,39, yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Peningkatan IPM ini menjadi bukti bahwa program-program yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan hasil nyata,” ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus pada penguatan perguruan tinggi lokal, terutama Universitas Mulawarman, agar mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di Kalimantan Timur.

“Kami tidak ingin Kalimantan Timur hanya menjadi penonton. Kami ingin menjadi subjek pembangunan dan berperan aktif dalam sejarah pembangunan Ibu Kota Negara,” tutupnya.

Related posts

Wagub Kaltim Soroti Kontribusi Bank Indonesia untuk Stabilitas Ekonomi Daerah

Firda

Pemprov Kaltim Harap Sinergi BI Terus Dorong UMKM dan Jaga Inflasi Daerah

Dhita Apriliani

2 Tongkang Penabrak Jembatan Mahulu Ditahan, Pemprov Kaltim Tempuh Jalur Hukum

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page