infosatu.co
DPRD Samarinda

Guru sebagai Mentari Pendidikan, DPRD Kota Samarinda Dorong Peningkatan Kualitas

Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harmiansyah

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Harmiansyah, menegaskan bahwa peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi menjadi “mentari” yang menerangi perjalanan pendidikan anak-anak.

Demikian Harmiansyah pada
peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Harmiansyah juga menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap kesejahteraan dan kualitas guru di semua jenjang.

Menurut Harmiansyah, Guru adalah “mentari bagi anak-anak,” yang setiap hari menghadirkan pendidikan dan pengajaran untuk mempersiapkan generasi terbaik Samarinda.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh tenaga pendidik di Indonesia, terutama di Kota Samarinda.

Terkait kesejahteraan guru, Harmiansyah menilai kondisi di Samarinda sudah berjalan cukup baik. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah catatan yang perlu diperbaiki.

“Saya kira kondisinya sudah cukup baik, khususnya di Samarinda, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Terutama bagi sebagian tenaga pendidik di jenjang usia dini yang hingga kini belum memperoleh penghasilan dan kesejahteraan yang memadai,” katanya.

“Hal ini harus terus kita pantau dan evaluasi bersama Pemerintah Kota Samarinda agar dapat dilakukan monitoring yang lebih optimal serta mendorong peningkatan kesejahteraan para guru,” katanya.

Ia menekankan perlunya pemetaan komprehensif terhadap seluruh guru di tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

“Pemetaan administrasi yang baik itu penting agar pemerintah kota dapat mengidentifikasi siapa saja yang belum sejahtera dan memprioritaskan peningkatan kesejahteraan mereka” ujarnya saat ditemui awak media di GOR Segiri, Jumat 21 November 2025.

Selain itu, ia mendorong adanya sistem reward dan punishment bagi guru.

Menurutnya, penghargaan bagi guru berprestasi dan evaluasi bagi yang belum maksimal akan membantu meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Guru yang menunjukkan kinerja baik memperoleh apresiasi, sementara yang belum optimal mendapat pendampingan dan penilaian berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang profesional dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan.

Harmiansyah menutup dengan harapan agar peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru terus menjadi perhatian serius pemerintah, sejalan dengan upaya transformasi pendidikan di Samarinda.

Related posts

Masalah Kualitas Makanan Mencuat, Program Makan Bergizi Gratis Diminta Dievaluasi

Andika

Pengangguran Turun, DPRD Samarinda Soroti Anomali Tenaga Kerja Lokal

Andika

Belum Beroperasi, Proyek Terowongan Samarinda Kembali Diusulkan Tambahan Anggaran Rp90 Miliar

Andika

You cannot copy content of this page