infosatu.co
NASIONAL

Formapan Galang Ratusan Massa, Tekan Pemerintah untuk Hentikan Operasional AQUA

Teks: Pegiat sosial dari Formapan saat menggelar aksi damai untuk kedua kalinya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim),

Pasuruan, infosatu.co – Puluhan pegiat sosial yang tergabung dalam Forum Masyarakat Prihatin (Formapan) kembali menggelar aksi damai untuk kedua kalinya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Rabu, 26 November 2025.

Aksi yang melibatkan sekitar 200 peserta dari LSM, LPK, media, dan masyarakat ini menuntut penutupan total operasional Pabrik AQUA (PT Tirta Investama) di Kecamatan Gondangwetan.

Aksi yang berlangsung dramatis, diwarnai dengan membanting galon AQUA sebagai simbol protes, diselenggarakannya 77⁷sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kesejahteraan warga, dan penegakan hukum di wilayah tersebut.

Koordinator aksi, H. Sugeng Samiadji, menuding AQUA telah menimbulkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan.

Tuntutan penutupan didasarkan pada dugaan pelanggaran serius, yaitu tentang Pelanggaran Tonase, Armada truk pengangkut produk AQUA berulang kali melanggar klas jalan, melewati batas berat muatan yang diizinkan, khususnya di ruas jalan Pertigaan Gondangwetan, yang menyebabkan kerusakan jalan.

“Kita minta tutup perusahaan AQUA! Mereka tidak peduli dengan kerusakan jalan dan lingkungan,” tegas Sugeng Samiadji.

Iklan Menyesatkan, Adanya dugaan iklan yang tidak sesuai fakta, di mana perusahaan mengklaim sumber air berasal dari pegunungan, padahal faktanya dari sumur bor.

Izin Sumur Bor, Formapan menemukan bahwa perusahaan disinyalir mengoperasikannya yg 3 sumur bor, sementara baru 2 sumur yang memiliki izin resmi.

Aksi ini tidak hanya menyoroti perusahaan, tetapi juga kinerja Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Solikhul Aris, anggota advokat Kongres Indonesia, menilai kinerja Bupati Pasuruan tidak maksimal dan tidak becus dalam menyelesaikan konflik ini.

Ia secara tegas meminta Bupati untuk turun dari jabatannya jika tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini.

Senada, Moslem , Ketua LSM LIRA, mengungkap bahwa produksi air AQUA diduga telah menguras sumber mata air di sekitar wilayah, yang berdampak pada kekurangan air bagi warga.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, melintasi tiga titik: depan pabrik AQUA, Pertigaan Gondangwetan, dan berakhir di Pendopo Bupati Pasuruan untuk sesi audiensi.

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima pokok tuntutan kepada perusahaan dan pemerintah daerah, meliputi:

• Klarifikasi dampak penurunan debit air tanah dan sumur warga.

• Transparansi laporan AMDAL dan pelibatan masyarakat sekitar.

• Evaluasi kontribusi CSR dan kepatuhan pembayaran pajak daerah.

• Penegakan hukum tegas atas pelanggaran batas tonase truk.

• Klarifikasi atas dugaan iklan menyesatkan.

Formapan mengancam akan melakukan aksi yang lebih ekstrem, yaitu memblokade total akses jalan keluar masuk perusahaan AQUA Gondangwetan jika tidak ada
respons nyata dan tindakan tegas dari pihak perusahaan maupun dinas terkait.

Muslim bahkan mengancam akan menutup gerbang perusahaan dengan barikade jika Aparat Penegak Hukum (APH) tidak bertindak.

Related posts

Buka Puasa Bersama, Kapolri Listyo Sigit: Media Penyambung Suara Publik yang Harus Didengar

Rabiatun

Sebanyak 4.025 Peserta, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum

Emmy Haryanti

Yassierli Inginkan Program Magang 2026 Tersebar di Seluruh Provinsi

Dewi

You cannot copy content of this page