Bontang, infosatu.co — Setiap kali memegang paddle dan berdiri di atas lapangan, Andi Reghina Az Zahra Parenrengi selalu merasa ada sesuatu yang bergetar di dadanya.
Bagi remaja asal Bontang itu, suara bola kecil yang memantul cepat di atas net bukan sekadar permainan, melainkan irama perjuangan dan mimpi yang ia kejar sejak tiga tahun lalu.
Perjalanan Regina di dunia pickleball berawal tanpa rencana besar. Suatu sore pada tahun 2022, ia ikut kedua orang tuanya yang sedang bermain di lapangan.
Awalnya hanya menonton, lalu iseng meminjam paddle dan ikut memukul bola. Dari percobaan kecil itu, tumbuh rasa penasaran yang makin besar.
“Seru, tapi tricky,” kenangnya sambil tersenyum. “Olahraga ini terlihat mudah, tapi ternyata butuh strategi dan ketepatan yang tinggi,” ujar dia kepada media ini, Selasa 28 Oktober 2025
Sejak hari itu, pickleball menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia mulai belajar teknik dasar, menonton video pertandingan, dan berlatih bersama pemain senior.
Setiap pukulan dan langkah di lapangan menjadi ruang belajar tentang kesabaran, fokus, dan keuletan.
Kini, tiga tahun berlalu. Dalam waktu singkat, gadis berusia belasan tahun itu telah mengoleksi tujuh medali emas dari berbagai kejuaraan bergengsi.
Seperti juara UNJ Pickleball Indonesia Open 2023, Bontang National Pickleball Championship 2023, Kejurnas Penajam Paser Utara 2024, Borneo Pickleball Championship 2024, hingga Kejurnas Pelajar 2025.
Namanya pun mulai dikenal di dunia pickleball muda Indonesia.
Latihan keras menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya. Empat kali seminggu, tiga hingga empat jam setiap sesi, ia terus mengasah kemampuan.
“Tantangan terbesar mungkin bukan di lapangan, tapi membagi waktu antara sekolah, latihan, dan istirahat,” ujarnya pelan.
Setiap kali kelelahan datang, ia mengingat momen emas pertamanya.
“Waktu itu saya menang emas pertama kali di turnamen nasional. Rasanya campur aduk, bangga, terharu, dan tidak percaya. Dari situ saya belajar bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda Olahraga Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang, Andi Parenrengi, memberikan apresiasi atas semangat dan prestasi Regina.
Ia menilai keberhasilan atlet muda seperti Regina menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Bontang mulai membuahkan hasil.
“Kami di Dispoparekraf selalu berupaya memberikan dukungan dan fasilitas kepada atlet muda. Bontang memiliki banyak talenta potensial seperti Regina yang perlu terus dibina agar bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Andi juga berpesan, agar para atlet muda tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.
“Teruslah berlatih dan menjaga semangat. Pemerintah akan selalu berupaya memfasilitasi kebutuhan latihan, pembinaan, dan kompetisi agar potensi mereka bisa berkembang optimal,” tambahnya.
