Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertema Style of Leadership.

Kegiatan ini digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kaltim, Kamis, 28 Agustus 2025 pukul 16.00 Wita.
Acara berlangsung di Sekretariat Kwarda Kaltim, dan menjadi bagian dari pembinaan rutin terhadap pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kaltim.
Program pembinaan ini disusun untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para pengurus cabang, baik dalam hal kepemimpinan, kehumasan, maupun bidang kepramukaan.
Selama sepekan penuh, para pengurus cabang mengikuti berbagai materi dengan narasumber dari beragam bidang, termasuk Diskominfo Kaltim yang mengisi sesi khusus mengenai kepemimpinan.
Dia menegaskan pentingnya memahami gaya-gaya kepemimpinan sejak dini.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memang dirancang sebagai wadah kaderisasi generasi muda agar siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
“Walaupun lingkupnya kecil, anggota Pramuka tetaplah seorang pemimpin,” katanya.
“Mereka harus mengerti dasar-dasar kepemimpinan, termasuk membedakan gaya kepemimpinan yang baik dan tidak,” tambahnya.
“Itu akan menjadi bekal saat mereka nanti benar-benar memimpin,” ujarnya.
Dalam penyampaian materinya, ia mengulas sejumlah gaya kepemimpinan, salah satunya kepemimpinan transaksional.
Ia menjelaskan bahwa gaya ini memiliki sisi positif sekaligus negatif.
“Kalau digunakan sebagai motivasi, misalnya yang berhasil diberi penghargaan dan yang gagal mendapat hukuman, itu baik. Tetapi kalau setiap urusan harus dibayar, itu jelas salah dan tidak sehat,” tegasnya.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, ia tidak hanya menyampaikan teori, melainkan juga memancing diskusi.
Para pengurus Kwarcab diminta memberi contoh kepemimpinan baik dan buruk yang mereka ketahui.
“Saat mereka bisa menyebutkan contoh, itu tanda bahwa mereka memahami materi. Saya kemudian tinggal menegaskan mana yang harus diteladani, dan mana yang sebaiknya dihindari,” ucapnya.
Lebih lanjut, Faisal menambahkan bahwa pembinaan seperti ini tidak berhenti pada teori kepemimpinan.
Pihaknya juga menyiapkan bimbingan teknis (Bimtek) untuk bidang humas di tingkat cabang.
Hal ini dilakukan agar para pengurus Pramuka semakin profesional dalam mengelola informasi, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, melatih kepemimpinan bagi anggota Pramuka adalah investasi penting.
Meski hanya dasar, pembekalan tersebut akan menjadi pijakan awal dalam membentuk karakter kepemimpinan yang baik.
“Harapan saya, apa yang kami sampaikan hari ini bisa menjadi motivasi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat di masa mendatang,” tutupnya.