Samarinda, infosatu.co – Dalam seminggu ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Benua Etam berada di atas angka 1.000. Bahkan penambahan terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (14/7/2021) sekitar 1.658 kasus.
Menanggapi hal ini, Asisten Pemkesra Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi merasa heran pada masyarakat yang seakan-akan tak acuh dan tidak takut dengan Covid-19.
“Kenapa setelah 15 bulan adanya Covid-19, kenaikan kasus di lingkup nasional maupun Kaltim yang cukup tajam seakan-akan tidak terkendali ini membuat kita nggak lagi merasa takut dan tergerak untuk introkspeksi, kira-kira apa yang salah,” ungkapnya melalui pesan whatsapp, Rabu (14/7/2021).
Mantan Pjs Bupati Kutai Timur (Kutim) ini mengatakan bahwa perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia berkembang sangat pesat. Di Kaltim, sempat mengalami penurunan, kemudian naik secara drastis beberapa hari terakhir ini.
Berbagai upaya mencegah dan menangani Covid-19 telah dilakukan, baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
Berbagai kebijakan dikeluarkan, imbauan dan langkah-langkah persuasif telah dilakukan. Begitu pun pemberian sanksi terhadap yang melanggar protokol kesehatan (prokes).
“Kebijakan penyekatan untuk mengurangi mobilitas orang dan vaksinasi juga sudah dilakukan, walaupun belum semuanya. Ada yang sudah menerima vaksin dua kali (tuntas), tetapi ada juga yang baru satu kali,” urainya.
Meskipun begitu, laju pertumbuhan kasus terkonfirmasi Covid-19 justru semakin meningkat. Dalam beberapa kasus, yang sudah menerima vaksin dua kali juga banyak terkonfirmasi positif Covid-19.
“Oleh sebab itu mari kita membersihkan diri, merenung dan bercermin. Lebih baik kita instropeksi diri masing-masing. Semoga pandemi Covid-19 segera enyah dari Bumi Etam, seluruh umat manusia diberikan kekuatan dan kesehatan menghadapi virus ini,” tutupnya. (editor: irfan)
