
Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim), Syahariah Mas’ud berkomitmen untuk menekan angka putus sekolah di wilayah Kaltim melalui optimalisasi program jaminan pendidikan “GratisPol”.
Program jaminan pendidikan tersebut dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Program yang digagas oleh Gubernur Kaltim ini menyasar siswa jenjang SMA dan SMK, baik sekolah negeri maupun swasta, hingga jenjang pendidikan tinggi (S1, S2, dan S3).
Syahariah menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim sangat mengharapkan agar anak-anak di Kalimantan Timur tidak ada lagi yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya berharap anak-anak harus sekolah. Pemerintah Kalimantan Timur sudah membuat program Gubernur, yaitu GratisPol, yang menurut saya baru kali ini saya dapatkan,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Saat melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Daerah Pemilihan (Dapil) Penajam Paser Utara (PPU), Syahariah mengaku aktif mendatangi sekolah untuk melakukan fungsi kontrol terhadap kondisi infrastruktur sekolah, metode mengajar guru, sekaligus menjaring data siswa yang akan lulus tahun ini.
Data tersebut, katanya, akan diproses agar para siswa bisa mendapatkan akses bantuan pendidikan melalui program GratisPol, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.
“Saya bantu ambil nama-namanya, bidang apa yang mau dimasuki, fakultas apa. Kalau mau di swasta atau negeri, kami akan bantu dengan GratisPol,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa tantangan saat ini adalah masih minimnya pemahaman masyarakat, bahkan tenaga pendidik, mengenai tata cara pendaftaran program GratisPol pendidikan.
Beberapa kendala teknis dalam pengisian data di sistem aplikasi sering kali membuat calon penerima bantuan urung mendaftar.
“Ternyata masih banyak yang tidak ikut GratisPol karena alasan tidak tahu caranya. Makanya saya panggil tim percepatan Gubernur untuk menjelaskan teknisnya,” tambahnya.
Ke depan, Syahariah Mas’ud berencana untuk memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai sekolah di wilayah Kalimantan Timur.
Hal ini dilakukan untuk memastikan informasi mengenai prosedur pendaftaran GratisPol tersampaikan dengan baik kepada siswa dan orang tua murid.
