infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

BMKG: Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, BPBD Salurkan Peralatan Penanggulangan Bencana

Teks: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso.

Samarinda, infosatu.co – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Suwarso menyalurkan berbagai peralatan penanggulangan bencana ke beberapa Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Katana) yang dianggap rawan.

Teks: Penyerahan Bantuan Peralatan penanggulangan Bencana Kepada Desa/Kelurahan Tangguh Bencana oleh BPBD Kota Samarinda

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya kesiapsiagaan dengan melibatkan relawan tangguh bencana di sejumlah titik kota, guna mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode 21-31 Desember 2025 diperkirakan terjadi cuaca ekstrem, yakni curah hujan tinggi berkisar 75–100 milimeter per hari.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah kota.

“BMKG sudah menetapkan bahwa pada 21 sampai 31 Desember ada potensi curah hujan 75–100 milimeter per hari. Kegiatan hari ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan dengan melibatkan relawan tangguh bencana di beberapa sudut kota agar penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya Selasa, 16 Desember 2025.

Adapun peralatan yang disalurkan meliputi perlengkapan pemadaman dan pendukung kebencanaan lainnya untuk menghadapi dua potensi cuaca ekstrem, baik hujan lebat disertai angin kencang maupun kondisi panas ekstrem.

Peralatan tersebut diberikan kepada Desa/Kelurahan Sindang Sari, Bantuas, Lempake, Gunung Lingai, hingga Sungai Pinang Dalam.

“Cuaca ekstrem itu ada dua kemungkinan, bisa hujan deras dan angin kencang, atau cuaca panas. Karena itu peralatan ini sangat diperlukan,” jelasnya.

Total nilai bantuan peralatan mencapai sekitar Rp220 juta. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, mengingat sebelumnya para relawan di Destana/Katana telah dibekali pelatihan dan keterampilan penanganan kebencanaan.

Selain itu, BPBD Kota Samarinda juga mendirikan posko siaga, personel serta peralatan untuk mendukung pengamanan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami mendirikan posko siaga, menyiapkan peralatan dan personel, termasuk perahu sekoci, tenda, serta patroli ke titik-titik genangan air yang dalam,” katanya.

Untuk wilayah rawan longsor, BPBD menyiagakan tiga unit ekskavator yang dapat digunakan sewaktu-waktu melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) dan perangkat daerah terkait.

Suwarso juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Related posts

Wali Kota Samarinda: Keadilan Kunci Atasi Kemiskinan dalam Perayaan Imlek 2577 Kongzili

Andika

Wawali Ingatkan Dayak Kenyah Lebuq Timai, Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Pelestarian Adat

Firda

Andi Harun Minta Jukir Jadi Bagian Perubahan, Pungli dan Ancaman Tak Ditoleransi

Firda

You cannot copy content of this page