infosatu.co
PENDIDIKAN

BEM FISIP Unmul: Mahasiswa Jangan Cuma Diskusi, Kawal Kebijakan Sampai ke Jalan

Teks: Seminar Pemuda Fimstific Fair 2026 di Gedung iLab Unmul, Samarinda, Jumat, 16 Oktober 2026 (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Ketua BEM FISIP Universitas Mulawarman (Unmul) Rossa Tri Rahmawati Bahri menilai partisipasi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pembangunan masih minim. Menurutnya, mahasiswa tak cukup hanya membahas persoalan publik di ruang diskusi, tetapi perlu mengambil sikap ketika kebijakan menyentuh kepentingan masyarakat.

Teks: Seminar Pemuda Fimstific Fair 2026 di Gedung iLab Unmul. (Infosatu.co/R’sya)

Oca, sapaan akrabnya bahkan menyebut turun ke jalan sebagai salah satu cara paling konkret bagi mahasiswa untuk memberikan tekanan politik dalam mengawal isu publik.

“Partisipasi publik hari ini, khususnya teman-teman mahasiswa dalam pengawalan, masih kurang. Banyak cara, tapi pada akhirnya turun ke jalan yang paling nyata,” ujarnya usai Seminar Pemuda Fimstific Fair 2026 di Gedung iLab Unmul, Samarinda, Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia menerangkan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak lepas dari kebijakan pembangunan, mulai dari anggaran pendidikan, kondisi ekonomi hingga persoalan lingkungan.

“Persoalan anggaran pun juga menyentuh dari apa yang menjadi situasi dan kondisi masyarakat. Persoalan lingkungan, bencana alam yang sudah dua bulan berlangsung dan penanganannya saya rasa belum secara signifikan tertangani,” kritiknya.

Karena itu, dirinya menilai mahasiswa perlu menjaga nalar kritis dan tetap terlibat dalam isu yang berkembang di tengah masyarakat. Meski demikian, keterlibatan tersebut tidak harus selalu melalui aksi massa, tetapi juga dapat dilakukan lewat diskusi, menulis maupun forum ilmiah.

Ia mengatakan BEM FISIP Unmul mencoba membuka ruang tersebut melalui rangkaian Fimstific Fair 2026 yakni lomba debat dan essai yang mengangkat isu sosial-politik, termasuk persoalan ekonomi dan pembangunan.

“Kita coba menyentuh ranah keilmuan kami di FISIP dengan kami kemas dalam bentuk lomba. Harapannya hari ini isu-isu sosial politik ataupun nalar kritis teman-teman mahasiswa tetap terjaga,” jelasnya.

Ia pun berharap pembahasan dalam seminar tidak berhenti sebagai wacana. Diskusi mengenai persoalan publik seharusnya dapat menghasilkan rekomendasi yang bisa ikut memberi masukan terhadap proses pembuatan kebijakan.

“Kami ingin setelah diskusi ini lahirlah satu rekomendasi kebijakan yang bisa membantu ataupun berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Fimstific Fair 2026 Tri Kasih Riduan menambahkan, peserta tidak hanya diarahkan untuk berkompetisi, tetapi juga diberi kesempatan memperdalam isu yang mereka angkat melalui dialog langsung dengan narasumber.

“Kami maunya peserta itu tidak cuma aktif dalam kompetisi saja, tapi mereka bisa langsung mendengarkan, bertanya juga,” terangnya.

Fimstific Fair 2026 sendiri digelar secara luring setelah pelaksanaan tahun sebelumnya dilakukan secara daring. Kompetisi tahun ini diikuti lebih dari 20 tim dengan sekitar 40 peserta, sementara babak final menghadirkan delapan tim esai dan empat tim debat di Unmul.

Ia mengaku pelaksanaan luring menjadi tantangan tersendiri karena peserta dari luar daerah harus menanggung biaya perjalanan dan penginapan secara mandiri. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta dari luar Kaltim memutuskan tidak hadir secara langsung.

Persoalan tersebut menjadi salah satu evaluasi panitia. Ke depan, panitia berencana menjalin kerja sama dengan hotel maupun pihak lain agar beban operasional peserta dari luar daerah dapat ditekan.

Seminar bertajuk “Menavigasi Ekonomi Masa Depan: Peran Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Berkelanjutan” itu menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, Yulianta selaku Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kaltim, serta akademisi sekaligus dosen Administrasi Bisnis FISIP Unmul Muhammad Rosyid Nurrohman.

Related posts

Terdampak Asap Karhutla, Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ hingga 17 Oktober

Rizki

Apakah Daerah Setuju Kenaikan Kelas Otomatis Dihapus? Ini Respons Dewan Pendidikan Kaltim

Rizki

Disdikbud Kaltim Buka Peluang Seniman Jadi Guru Tamu di Sekolah

Rizki