infosatu.co
Samarinda

Belajar dan Berproses, Cerita Dika Merawat Mimpi di Ruang Redaksi

Teks: Wartawan Insitekaltim, Andika Saputra.

Samarinda, infosatu.co – Bagi sebagian orang, menjadi jurnalis mungkin sekadar pilihan profesi. Namun bagi Andika Saputra, jalan menuju dunia jurnalistik adalah mimpi yang terus ia rawat, meski sempat berbelok arah.

Mimpi itu tidak hadir tiba-tiba, melainkan tumbuh perlahan melalui proses belajar, keberanian mencoba, dan tekad untuk terus berkembang.

Dika sapaan akrabnya, kini dikenal sebagai jurnalis muda di media online naungan Media Sukri Indonesia (MSI Group). Namun, perjalanan menuju titik tersebut tidak selalu mulus.

Mulanya, ia ingin menekuni pendidikan di bidang ilmu komunikasi. Tetapi keadaan membawanya kepada bidang teknik informatika. Meski demikian, ketertarikannya pada dunia jurnalistik tak pernah benar-benar padam.

“Ketertarikan saya pada jurnalistik tidak pernah hilang,” ujarnya.

Di tengah kesibukan perkuliahan, Dika terus mencari celah untuk mendekatkan diri pada dunia yang ia impikan.

Kesempatan itu datang ketika ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik.

Dari sinilah langkah-langkah kecilnya dimulai, belajar menulis, memahami etika pers, hingga mengenal dinamika kerja redaksi.

Kepercayaan pun tumbuh, hingga akhirnya ia dipercaya memimpin tim redaksi di kampus.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik penting bagi Dika. Dari sekadar minat, kepercayaan diri berubah menjadi tekad.

Ia tidak ingin berhenti di lingkup kampus dan memutuskan mencari pengalaman di luar, dengan terjun langsung ke media profesional.

Beberapa media online sempat ia jajaki, salah satunya Borneo Flash, sebelum akhirnya bergabung dengan MSI Group.

Memasuki dunia jurnalistik profesional, Dika dihadapkan pada tantangan baru. Ia harus beradaptasi dengan standar penulisan berita yang lebih ketat, ritme kerja yang cepat, serta tuntutan akurasi dan tanggung jawab yang lebih besar.

“Beberapa proses penyesuaian tersebut menuntut saya untuk cepat belajar dan membentuk diri sebagai wartawan yang lebih profesional,” tuturnya.

Perubahan paling signifikan ia rasakan saat bertransisi dari pers mahasiswa ke media profesional terletak pada orientasi pemberitaan.

Jika di kampus didominasi kegiatan seremonial, kini orientasi pemberitaan menyasar kepentingan publik yang jauh lebih luas.

Setiap kata memiliki konsekuensi, setiap berita memerlukan verifikasi, dan setiap kesalahan bisa berdampak besar.

Di tengah maraknya citizen journalism, Dika menilai peran wartawan profesional justru semakin penting.

Baginya, kemampuan memverifikasi informasi, menjaga kredibilitas, serta memegang teguh etika jurnalistik adalah pembeda utama.

“Semua orang memang bisa menyampaikan informasi, tetapi tidak semua orang mampu memastikan kebenaran, konteks, dan dampak dari informasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, tugas wartawan tidak berhenti pada menyampaikan apa yang terjadi. Lebih dari itu, wartawan harus mampu menjelaskan mengapa sebuah peristiwa penting dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat.

Saat ini, Dika tengah fokus mengembangkan diri bersama media online Informasi Situasi Terkini Kaltim (Insitekaltim) di MSI Group.

Ia menargetkan diri untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan tumbuh menjadi wartawan yang lebih matang.

“Saya ingin memberikan kontribusi terbaik, menjadi wartawan yang lebih baik dan matang, serta mengikuti UKW hingga akhirnya bisa berdiri bersama jurnalis-jurnalis hebat seperti Pak Sukri,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap dapat terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi MSI Group maupun Insitekaltim. Baginya, kesempatan yang ia miliki hari ini adalah ruang belajar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dika berpesan kepada mereka yang menaruh minat pada dunia jurnalistik agar tidak berhenti belajar.

Menurutnya, kualitas jurnalis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh integritas dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Mimpi itu, bagi Dika, masih terus berjalan, ia rawat di ruang redaksi, diperkuat oleh proses, dan diarahkan oleh tekad untuk tetap berpihak pada kebenaran.

Related posts

Pelindo Perkuat Pengawasan di Sungai Mahakam, Pemanduan 24 Jam

Dhita Apriliani

Rumah Warga Rusak Disenggol Ponton Batu Bara

Firda

Mallisa Leslye Agustin: Komunikasi Lingkungan Aspek Penting Bangun Kesadaran dan Aksi Masyarakat

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page