infosatu.co
Diskominfo Kutim

Ardiansyah Sulaiman: Perubahan Perilaku Kunci Pembangunan Kesehatan

Teks: Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman

Kutim, infosatu.co – Bupati Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak semata ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, melainkan bergantung pada seberapa jauh masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Penegasan itu ia sampaikan di hadapan ratusan warga yang memenuhi halaman Puskesmas Kaliorang, Sabtu, 8 November 2025, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kecamatan Kaliorang.

Ardiansyah mengingatkan kembali tema HKN tahun ini, Bangun Generasi Sehat untuk Indonesia Emas.

“Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi kesadaran dan kepedulian kita menjaga hidup sehat,” tegasnya.

Ucapan itu menjadi penanda bahwa pembangunan kesehatan tak cukup bertumpu pada institusi pemerintah, melainkan memerlukan perubahan perilaku kolektif.

Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada salah satu desa yang berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF).

Menurutnya, capaian itu mencerminkan bahwa transformasi kesehatan dapat dimulai dari praktik keseharian warga menjaga kebersihan lingkungan.

“Desa ODF ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kebersihan lingkungan. Ini langkah nyata menuju Kutim yang sehat,” ujarnya.

Setelah sesi seremoni, perhatian warga tersedot pada penyuluhan Tuberkulosis (TBC) yang disampaikan Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim, Ny Hj Siti Robiah.

Ia menguraikan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala TBC serta ajakan untuk memeriksakan diri tanpa rasa takut.

“TBC bisa disembuhkan, dan obatnya gratis di seluruh Puskesmas. Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh,” ujar Siti Robiah.

Ia kemudian melanjutkan dengan uraian mengenai gejala yang acap disepelekan: batuk berdahak berkepanjangan, demam ringan di malam hari, hingga penurunan berat badan.

Selain sisi medis, ia menekankan pentingnya dukungan sosial bagi penderita agar tidak merasa dikucilkan.

“Kalau menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala seperti itu, jangan dijauhi. Ajak mereka berobat. TBC bukan aib, dan bisa sembuh total dengan pengobatan teratur,” katanya.

Di penghujung penjelasannya, Siti Robiah kembali menautkan peran masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan.

“Mulai dari rumah sendiri, biasakan hidup bersih dan sehat. Kalau kita peduli, Kutim bisa bebas TBC dan lebih kuat,” ucapnya, menyimpulkan seruan untuk membangun ketahanan kesehatan dari tingkat keluarga.

Pelaksanaan HKN 2025 di Kaliorang dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno; Camat Kaliorang, Rusnomo; organisasi profesi kesehatan; serta tenaga medis dari berbagai unit layanan.

Kehadiran mereka memperlihatkan konsolidasi komitmen lintas sektor terhadap pembangunan kesehatan daerah, terutama di kecamatan yang berada di jalur perlintasan antara wilayah tambang dan permukiman.

Rangkaian HKN juga diramaikan kegiatan donor darah yang melibatkan tenaga kesehatan, ASN, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta mencerminkan tumbuhnya kesadaran warga terhadap pentingnya pasokan darah bagi pelayanan medis.

“Setetes darah sangat berarti. Donor darah ini adalah bentuk kepedulian kita sesama manusia,” ungkap seorang petugas medis Puskesmas Kaliorang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Sumarno menjelaskan bahwa penyelenggaraan HKN di Kaliorang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kutim, PPTI Kutim, dan organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI, PDGI, IAI, PERSAGI, serta HAKLI.

Dukungan juga datang dari perusahaan sektor tambang dan perkebunan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan perusahaan menjadi contoh nyata bahwa pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HKN 2025 Kutim, dr Faturahman, menyebut pemilihan Puskesmas Kaliorang sebagai lokasi utama bukan tanpa pertimbangan.

Fasilitas tersebut dikenal aktif melaksanakan program kesehatan masyarakat, mulai dari peningkatan cakupan imunisasi, edukasi gizi, hingga penanganan penyakit menular.

“Kaliorang juga strategis, mudah dijangkau dari beberapa kecamatan sekitar seperti Kaubun dan Sangkulirang. Dukungan dari perusahaan lokal terhadap kegiatan sosial dan kesehatan menjadi faktor penting,” pungkasnya. (Adv).

Related posts

Seno Aji: Pemprov Kaltim Komitmen Bangun UMKM

Firda

Bupati Kutai Timur Tegaskan Pentingnya Penguatan Pembinaan Atlet

Martin

Bupati Kutim: Integrasi Data Air Bersih Desa, Perumdam Harus Bergerak Cepat

Martin

You cannot copy content of this page