Samarinda, Infosatu.co – Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun hujan mulai menekan angka kebakaran di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pemantauan per 5 November 2026, tercatat 62 titik panas atau hotspot di Kaltim. Sebanyak 15 di antaranya merupakan titik api, sedangkan 47 lainnya bukan titik api. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 13,6 hektare.
Endar menyebut kondisi tersebut relatif membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya karena hujan mulai turun.
“Ini adalah kondisi yang relatif sangat baik karena kemarin-kemarin memang angkanya sudah mulai turun karena alhamdulillah sudah mulai hujan,” ujarnya usai menghadiri puncak HUT ke-80 Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Samarinda.
Namun, ia meminta masyarakat tidak menjadikan hujan sebagai satu-satunya harapan untuk mencegah kebakaran. Sebab, karhutla juga dapat dipicu aktivitas manusia, salah satunya pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Jangan kita mengandalkan hujan saja karena kebakaran hutan itu banyak sebabnya. Salah satunya adalah pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kebakaran, Polda Kaltim bersama TNI, BPBD, dan sejumlah perusahaan terus melakukan penanggulangan. Kepolisian juga kembali mempersiapkan peralatan pemadaman, mulai dari pakaian kebakaran hingga cairan khusus yang digunakan dalam penanganan karhutla.
Selain itu, Polda Kaltim telah bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk memanfaatkan hasil penelitian surface active agent dalam mendukung penanggulangan kebakaran.
Endar berharap tren penurunan karhutla terus berlanjut hingga jumlah titik api bisa ditekan seminimal mungkin.
“Kalau bisa zero, meskipun untuk hotspot mungkin tidak mungkin, tetapi minimal titik apinya bisa minimal,” harapnya.
