Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota Samarinda memasang target juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.
Target tersebut didukung hasil babak kualifikasi, di mana Samarinda mencatat keunggulan perolehan medali emas dibandingkan sejumlah daerah pesaing. Meski menjadi modal awal, capaian itu tak boleh membuat kontingen Kota Tepian lengah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin menyebut persiapan terus dilakukan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda untuk menghadapi pertandingan utama.
“Kita selalu menargetkan juara umum. Hasil babak kualifikasi menjadi modal untuk menghadapi Porprov nanti. Namun, kita juga tidak boleh lengah karena setiap daerah mempersiapkan atletnya masing-masing,” kata Muslimin, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pada Porprov VIII Kaltim, Samarinda menyiapkan kontingen untuk mengikuti 64 cabang olahraga. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kesiapan atlet dan kebutuhan masing-masing cabang.
Muslimin menyebut proses verifikasi atlet, pelatih, dan manajer telah dilakukan. Secara keseluruhan, kontingen Samarinda diperkirakan mencapai 1.400 hingga 1.550 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, dan tim pendamping.
“Dari 64 cabang olahraga yang siap dipertandingkan, tentu kontingen Samarinda di bawah KONI siap memberangkatkan semua, dengan catatan-catatan yang akan kami lakukan bersama KONI,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan personel, Pemkot Samarinda juga menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung selama kontingen berada di Kabupaten Paser. Dukungan tersebut meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi hingga seragam.
Kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. Dengan begitu, atlet diharapkan dapat fokus menjalani pertandingan tanpa terganggu persoalan teknis selama berada di lokasi Porprov.
“Kami menyiapkan kebutuhan kontingen sesuai kebutuhan dan jadwal pertandingan masing-masing cabang. Harapannya, dukungan yang diberikan bisa membantu atlet menjalani rangkaian kompetisi dengan baik sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada pertandingan,” jelas Muslimin.
Di sisi lain, persaingan antardaerah untuk mendapatkan atlet berkualitas juga menjadi perhatian Samarinda.
Kota Tepian, kata Muslimin, memiliki sejumlah atlet potensial, tetapi sebagian atlet asal Samarinda juga direkrut untuk memperkuat kontingen daerah lain.
Karena itu, kesiapan atlet yang benar-benar membela Samarinda menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mengejar target juara umum.
“Kita memiliki atlet-atlet potensial, tetapi persaingan antardaerah juga semakin ketat. Karena itu, kesiapan atlet yang memperkuat Samarinda harus benar-benar diperhatikan agar target yang ditetapkan bisa diperjuangkan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi anggaran, dukungan pembiayaan kontingen masih menunggu proses verifikasi Pemerintah Provinsi Kaltim. Kondisi tersebut membuat dukungan melalui Disporapar belum dapat dimaksimalkan sepenuhnya.
Meski demikian, persoalan anggaran tidak mengubah target yang telah ditetapkan Pemkot Samarinda.
“Berapa pun anggaran yang disiapkan, targetnya tetap juara umum,” tutup Muslimin.
