infosatu.co
EKONOMI

Tambang Masih Menghidupi Kaltim, Anak Muda Belum Melirik Ekonomi Alternatif

Teks: Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap pertambangan, perkebunan, serta minyak dan gas masih menjadi tantangan dalam transformasi ekonomi daerah. Di sisi lain, keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan sektor alternatif seperti pertanian dan pariwisata dinilai belum signifikan.

Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin menilai, Kaltim belum banyak bergerak dari sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang ekonominya. Padahal, pengembangan sektor alternatif dibutuhkan untuk membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Kita belum bergerak dari sektor tambang dan perkebunan, karena di sektor wisata dan pertanian sepertinya kita belum signifikan,” ujarnya usai seminar pemuda Fimstific Fair 2026 di Samarinda, Jumat, 17 Oktober 2026.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dijawab ialah minimnya anak muda yang terjun ke sektor pertanian dan pariwisata. Ia mempertanyakan seberapa besar minat generasi muda untuk mengembangkan usaha di kedua sektor tersebut.

“Berapa banyak anak muda Kalimantan Timur yang mau jadi pemandu wisata? Berapa banyak anak muda Kalimantan Timur yang membuka kawasan atau lahan-lahan wisata? Begitu juga kalau kita bicara tentang pertanian, berapa banyak anak muda Kalimantan Timur yang mau menjadi petani?” tanyanya.

Peralihan menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah membutuhkan komitmen, waktu, serta dukungan pendanaan untuk mengembangkan sektor-sektor baru.

Selain persoalan diversifikasi ekonomi, dirinya menyoroti kesempatan kerja bagi masyarakat lokal yang dinilai belum maksimal. Ia menyebut regulasi mengenai prioritas tenaga kerja daerah sudah tersedia, tetapi penerapannya di lapangan masih menjadi persoalan.

“Implementasinya banyak perusahaan yang penerimaan karyawan itu masih dominasi orang luar,” sebutnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat kesenjangan kompetensi antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar Kaltim. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar generasi muda daerah mampu bersaing.

“Ada gap antara kompetensi orang lokal dan orang luar Kalimantan Timur,” ucapnya.

Ia pun meminta pemerintah memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam yang tersedia sembari menyiapkan program untuk memperkuat ekonomi hijau.

“Saya sarankan fokus saja dulu dengan yang ada, sambil kita merencanakan membuat program-program untuk ekonomi hijau dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Related posts

Mau Cuan dari Investasi? Jangan Sampai Dana Darurat Malah Kosong

R'sya Rahmadina

Parkir Tepi Jalan Samarinda Belum Terukur, Potensi PAD Terancam Bocor

Rizki

Kukar Kaya SDA, Tapi BUMD Tak Jadi Pemain

R'sya Rahmadina