Samarinda, Infosatu.co – Distribusi vaksin menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan logistik kesehatan untuk memenuhi kebutuhan imunisasi rutin di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 253.048 dosis vaksin telah disalurkan untuk mendukung pelaksanaan program imunisasi di 10 kabupaten/kota.
Penyaluran tersebut mencakup 21 jenis produk vaksin dengan mekanisme pengiriman bertahap. Ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan diperlukan agar pelayanan imunisasi rutin tetap berjalan, sekaligus mengantisipasi kebutuhan tambahan di luar perencanaan awal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Andi Muhammad Ishak menjelaskan distribusi vaksin tersebut direalisasikan sejak 14 Maret hingga 6 Oktober 2026 melalui 38 tahapan pengiriman.
“Sebanyak 253.048 dosis vaksin program imunisasi telah berhasil disalurkan untuk menjaga ketahanan kesehatan masyarakat Kaltim,” kata Andi saat ditemui di DPRD Kaltim, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dari total distribusi tersebut, sebanyak 209.148 dosis atau 82,7 persen dialokasikan untuk kebutuhan utama daerah. Penyaluran dilakukan melalui 30 kali pengiriman untuk memenuhi kebutuhan rutin puskesmas dan Dinas Kesehatan di sepuluh kabupaten/kota.
Sementara itu, sebanyak 43.900 dosis atau 17,3 persen dialokasikan sebagai buffer stock pusat. Stok penyangga ini disiapkan untuk menjaga ketersediaan vaksin dalam kondisi darurat dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan imunisasi insidental.
Andi menjelaskan, setiap pengiriman dilakukan dengan menerapkan prosedur jaminan mutu rantai dingin guna menjaga efikasi dan keamanan vaksin selama proses distribusi.
Dari sisi realisasi alokasi, 11 komoditas vaksin utama telah tersalurkan 100 persen tanpa menyisakan alokasi tertunggak. Vaksin HPV Nusagard menjadi produk dengan jumlah distribusi tertinggi, yakni 39.020 dosis, disusul vaksin Hepatitis B sebanyak 38.860 dosis dan BoPV sebanyak 28.120 dosis.
Distribusi vaksin lainnya meliputi Td sebanyak 26.280 dosis, MR 10 DS sebanyak 21.030 dosis, serta IPV sebanyak 17.440 dosis.
Volume pengiriman tertinggi tercatat pada kuartal kedua hingga awal kuartal ketiga 2026. Pada Mei, distribusi mencapai 54.180 dosis, kemudian meningkat menjadi 55.945 dosis pada Juni dan mencapai 55.350 dosis pada Juli.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Dinkes Kaltim juga merencanakan pengadaan tambahan vaksin Hexavalen dan MR 10 dosis pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
“Pengadaan tambahan vaksin Hexavalen dan MR 10 dosis ini kami siapkan untuk menjaga kesinambungan stok dan memastikan kebutuhan imunisasi rutin di Kaltim tetap terpenuhi,” tutupnya.
