infosatu.co
POLITIK

B50 Diandalkan Tekan Impor Solar, DPR Ingatkan Risiko Deforestasi

Teks: Pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel B50 diandalkan untuk menekan impor solar, namun peningkatan produksinya diingatkan tetap memperhatikan risiko deforestasi (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Pengembangan biodiesel berbahan baku sawit untuk menekan impor solar perlu diimbangi dengan pengendalian produksi agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di masa depan.

Anggota DPR RI Syafruddin menyoroti pemanfaatan kelapa sawit untuk produksi biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Menurutnya, pengolahan sawit menjadi biosolar merupakan salah satu langkah untuk memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Meski demikian, pengembangan energi alternatif masih menghadapi sejumlah tantangan.

Udin, sapaan akrabnya menyebut pengembangan bioetanol masih terkendala ketersediaan bahan baku. Ia mengatakan transisi energi bukan proses yang sederhana karena membutuhkan biaya, waktu, dan komitmen dalam pelaksanaannya.

Peningkatan kebutuhan bahan baku energi berbasis sawit perlu memerhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah risiko deforestasi apabila peningkatan produksi mendorong pembukaan lahan yang tidak terkendali.

Udin mengingatkan agar peningkatan produksi tidak dilakukan secara berlebihan, terutama jika berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.

“Tekan produksi ini, jangan ugal-ugalan agar Kaltim tidak jadi bencana untuk masa depan,” pesannya.

Pernyataan tersebut menyoroti tantangan dalam pengembangan energi alternatif. Di satu sisi, pemanfaatan sawit untuk biodiesel diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor solar. Namun, di sisi lain, peningkatan kebutuhan bahan baku perlu dikelola agar tidak menimbulkan tekanan baru terhadap lingkungan.

Karena itu, pengembangan energi alternatif perlu mempertimbangkan kebutuhan energi sekaligus keberlanjutan lingkungan. Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM diharapkan tidak menimbulkan persoalan ekologis baru bagi Kalimantan Timur.

Related posts

Kolam Retensi Sempaja Belum Terhubung ke Drainase PM Noor, Risiko Banjir Mengintai

Rizki

Tak Semua Masalah Warga Bisa Ditangani DPRD, Firnadi Ikhsan Apresiasi Rumah Advokasi PKS

Rizki

PKS Kaltim Buka Konsultasi dan Pendampingan Hukum Gratis, Ini Layanan yang Disiapkan

Rizki