Bontang, infosatu.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui program ‘Tengok Tetangga’.
Program tersebut diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Mulai dari kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, hingga persoalan sosial lain seperti penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya (Narkoba).
Menurut Neni, kepedulian terhadap kondisi sekitar menjadi kunci untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian.
“Jangan ada anak-anak kita yang putus sekolah. Saya berharap warga saling peduli melalui program Tengok Tetangga agar tidak ada yang mengalami kemiskinan ekstrem,” ujarnya saat menghadiri malam peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Terapung Darul Irsyad Al Muhajirin, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Jika ada warga yang mengalami kesulitan, masyarakat diharapkan dapat segera saling mengingatkan dan menyampaikan informasi kepada pemerintah melalui perangkat lingkungan.
Selain persoalan pendidikan dan ekonomi, Neni juga menyinggung pentingnya kepedulian masyarakat dalam mencegah masalah sosial lain di lingkungan, termasuk penyalahgunaan Narkoba di kalangan generasi muda.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap acuh terhadap kondisi sekitar. Jika ada warga atau anak muda yang terjerat Narkoba, pendekatan yang dilakukan tidak selalu harus melalui jalur hukum, tetapi juga bisa melalui rehabilitasi agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Kalau ada anak-anak kita yang terjerat Narkoba, tidak selalu harus dipenjara. Yang penting bagaimana mereka bisa kita pulihkan dan kembali ke jalan yang benar. Di sinilah pentingnya kita saling mengingatkan melalui Tengok Tetangga,” jelasnya.
Program Tengok Tetangga sendiri merupakan inisiatif sosial yang dikembangkan di Kota Bontang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian antarwarga.
Program ini mendorong masyarakat saling memperhatikan kondisi tetangga di lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan seperti lansia, warga sakit, anak stunting, maupun keluarga yang menghadapi kemiskinan ekstrem.
Gerakan tersebut juga melibatkan peran aktif perangkat lingkungan serta dukungan pemerintah kota, bahkan difasilitasi melalui sistem digital untuk memudahkan pelaporan dan penanganan masalah sosial di masyarakat.
Neni menilai peran Ketua RT menjadi sangat penting dalam mendeteksi persoalan sosial di wilayah masing-masing.
Melalui laporan dari tingkat lingkungan, pemerintah dapat mengambil langkah cepat untuk memberikan bantuan maupun intervensi yang diperlukan.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur.
Menurutnya, kualitas moral, akhlak, serta karakter masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu kota.
“Suatu kota tidak hanya dilihat dari pembangunan infrastrukturnya saja. Yang paling penting adalah kualitas moral, akhlak, dan karakter masyarakatnya,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya bersama di lingkungan tempat tinggal.
“Kalau kita saling peduli dengan tetangga kita, insyaallah berbagai persoalan sosial bisa kita cegah sejak awal,” tutupnya. (Adv)
