infosatu.co
KALTIM

MUI Kaltim Dorong Kolaborasi Lintas Komisi, Perluas Dakwah Digital Jelang Ramadan

Teks: Ketua Pembina Komisi Infokom MUI Kaltim, Abdul Hadi saat diwawancara (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Penguatan sinergi lintas komisi dan perluasan kerja sama dengan mitra eksternal, menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan pelayanan umat melalui dakwah digital menjelang Ramadan.

Demikian Ketua Pembina Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur (MUI Kaltim) Abdul Hadi, saat rapat koordinasi awal Kominfokom.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi internal sekaligus pemetaan arah kolaborasi ke luar MUI.

Abdul Hadi menilai Komisi Infokom memiliki posisi strategis sebagai penghubung antar-komisi di tubuh MUI, terutama dengan Komisi Dakwah dan komisi lainnya.

Sinergi tersebut diperlukan agar program-program hasil Musyawarah Daerah dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) MUI dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

“Infokom memiliki posisi strategis sebagai penghubung antar-komisi agar program hasil Musda dan Rakorda MUI tersampaikan ke masyarakat,” ujar Abdul Hadi, Selasa 17 Februari 2026.

Ia menyebut latar belakang anggota Komisi Infokom yang beragam mulai dari wartawan, pegiat media, hingga praktisi teknologi informasi menjadi kekuatan dalam memperluas jangkauan dakwah.

Kombinasi ini memungkinkan dakwah tidak hanya berjalan di ruang konvensional, tetapi juga aktif di ruang digital.

Menjelang Ramadan, Komisi Infokom MUI Kaltim juga mendorong pemanfaatan kerja sama dengan media dan lembaga penyiaran, seperti Radio Republik Indonesia (RRI), untuk memperkuat syiar Islam agar lebih masif dan terstruktur, sejalan dengan program Komisi Dakwah.

Abdul Hadi menekankan tantangan ke depan tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Karena itu, MUI Kaltim mendorong lahirnya kader dakwah yang tidak hanya memahami nilai keislaman, tetapi juga cakap memanfaatkan teknologi digital.

Konsep “mujahid digital” dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan dakwah di era saat ini.

“Perkembangan teknologi menuntut lahirnya kader dakwah yang paham nilai keislaman sekaligus cakap digital. Konsep mujahid digital menjadi relevan,” tambahnya.

Ke depan, MUI Kaltim berencana memperluas kolaborasi dengan dewan masjid, pondok pesantren, serta komunitas keagamaan guna memperkuat ekosistem dakwah digital, khususnya di Kaltim.

“Tujuannya agar program MUI tidak berhenti di internal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.

Related posts

Sambut Tahun Baru Imlek, Carlin Alexandra Harapkan Kemakmuran dan Kedamaian

Firda

LPTQ Kaltim Matangkan Kafilah Menuju MTQ Nasional XXXI

Emmy Haryanti

HPN Kaltim Perkuat Sinergi dengan Pemprov, Dukung Pembangunan Infrastruktur

Zainal Abidin

Leave a Comment

You cannot copy content of this page