Samarinda, Infosatu.co — Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menilai, keberadaan organisasi adat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga marwah dan martabat masyarakat Kalimantan.
Menurutnya, organisasi adat menjadi garda terdepan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat di tengah pesatnya dinamika pembangunan serta perkembangan politik nasional.
Isran menyebut, organisasi adat yang telah lama berdiri tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai benteng identitas masyarakat Kalimantan agar tidak tercerabut dari akar budayanya.
Ia menekankan bahwa setiap proses pembangunan daerah seharusnya berjalan seiring dengan upaya pelestarian adat dan budaya lokal.
“Ini organisasi yang sudah lama berdiri dan berperan menjaga marwah serta martabat masyarakat Kalimantan, sekaligus mempertahankan budaya adat istiadat,” ujar Isran, Sabtu 31 Januari 2026.
Terkait isu nasional mengenai wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Isran mengaku hingga saat ini belum ada keputusan final dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan, pembahasan tersebut masih berada dalam tahap perancangan dan akan dikaji oleh para tokoh bangsa yang memiliki integritas serta mengedepankan kepentingan nasional.
“Belum, masih perancangan. Itu akan dibahas oleh tokoh-tokoh bangsa yang punya integritas dan kepentingan bangsa,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan munculnya aksi penolakan jika wacana tersebut berlanjut, Isran enggan berspekulasi.
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan pandangan sebagai masyarakat biasa.
“Itu urusan masing-masing. Saya hanya berkomentar sebagai rakyat jelata,” tegasnya.
Sementara itu, Isran Noor menanggapi perbincangan publik mengenai Program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) dan kebijakan GratisPol dengan sikap santai disertai candaan.
“Hah Apa itu”, tuturnya sambil senyum.
