infosatu.co
TOKOH

Memetik Makna Perjalanan Ira Nur Azizah dalam Menulis

Teks: Ira Nur Ajijah didampingi Aminah saat diskusi dengan Pimred Narasi Rabiatun dan CEO MSI Group

Samarinda, infosatu.co – Bagi Ira Nur Azizah, wartawan Narasi.co yang telah lebih dari dua tahun berkarya, kemenangan bukan sekadar soal trofi atau pengakuan.

Di bawah naungan Media Sukri indonesia (MSI) Group, Ira kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 lomba menulis internal MSI Group.

Kemenangan terbarunya diraih lewat tulisan berjudul “Merawat Syukur dan Menjaga Energi di Balik Rahasia Ketangguhan MSI Group.”

Namun, di balik capaian itu, Ira justru menemukan pelajaran yang lebih dalam.

Menurutnya, mempertahankan jauh lebih sulit dibandingkan meraih kemenangan pertama.

“Saat menulis karya ini, ada niat yang terpatri dalam hati untuk sebisa mungkin mempertahankan kualitas dan kejujuran proses, meskipun hasil akhirnya berada di luar kendali saya,” ujarnya, Minggu, 11 Januari 2026

Ia mengungkapkan rasa syukur karena pencapaian tersebut menandai kemenangan ketiganya secara beruntun di lingkungan internal MSI Group.

Namun demikian, Ira menekankan bahwa arti sebuah kemenangan tidak semata-mata diukur dari gelar juara.

“Kemenangan ini adalah pengingat bahwa konsistensi, niat baik, dan kemauan untuk terus bertumbuh jauh lebih bermakna daripada sekadar hasil,” katanya.

Satu kalimat yang menurut Ira paling mewakili karyanya adalah, “Ketangguhan lahir dari syukur yang dirawat, dan keberanian untuk terus bertahan di tengah proses.”

Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan refleksi dari perjalanan menulis yang ia jalani.

“Faktor yang paling menentukan adalah kemauan untuk tetap menjaga kualitas, bahkan saat tekanan untuk mempertahankan posisi itu terasa lebih besar,” ujarnya.

“Saya menyadari bahwa mempertahankan jauh lebih berat daripada memulai, sehingga fokus saya bukan lagi sekadar ingin menang, tetapi ingin tetap jujur dalam proses,” tuturnya.

Sebagai bagian dari MSI Group, Ira memiliki ikatan emosional dengan lingkungan yang menjadi objek tulisannya.

Ia memahami dinamika internal, mengenal orang-orang di dalamnya, serta perjalanan MSI Group sejak awal berdiri hingga kini, yang kemudian ia tuangkan dan refleksikan ke dalam karya tulisnya.

“Saya menghadirkan narasumber langsung mulai dari CEO Mohammad Sukri, tim awal MSI Group, hingga karyawan yang baru bergabung agar cerita yang hadir utuh, manusiawi, dan bernyawa,” jelasnya.

Bagi Ira, kejujuran dalam menulis memiliki ukurannya sendiri. Ia merasa sebuah tulisan sudah siap dilepas ketika tidak lagi dibebani ambisi berlebihan.

“Ketika fokus saya sudah berpindah dari hasil ke proses, dan saya bisa menerima apa pun hasilnya, di situlah saya merasa tulisan itu siap dilepas,” terangnya.

Ira menyebut kejujuran berarti keberanian untuk menerima dan menyerahkan hasil akhir, setelah melakukan upaya terbaik secara maksimal.

Ada pula momen sederhana yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia kepenulisan.

Ira menyadari bahwa menulis bukan selalu tentang kemenangan atau pengakuan.

“Kemauan untuk menang untuk terus mencoba, jujur, dan bertahan itulah yang sesungguhnya penting. Sejak itu, menulis bagi saya menjadi ruang bertumbuh, bukan sekadar ruang pembuktian,” katanya.

Tidak lupa Ira menyampaikan pesan untuk para juri dan rekan-rekannya di MSI Group.

“Untuk para juri, terima kasih atas penilaian, saran, dan masukannya yang sangat berarti hingga menghantarkan saya mempertahankan posisi ini,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi lingkungan kerja yang menurutnya memberi ruang untuk terus berkembang.

“Untuk teman-teman MSI Group, terima kasih atas ruang dan semangat yang terus hidup. Mari terus menciptakan karya terbaik dengan konsistensi dan kejujuran,” tambahnya.

Harapan Ira terbilang sederhana, namun sarat makna. Ia berharap MSI Group tetap menjadi ruang yang menumbuhkan karya tulis bermutu serta melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif, tanpa mengesampingkan nilai, rasa syukur, dan semangat untuk berkembang bersama.

Related posts

Tanpa Panggung, Mesin Ketik Jadul Menjadi Ruang Ngamen Puisi Firdaus

Firda

Jalan Panjang Perjalanan Najat Lansia 64 Tahun ke Haul Guru Sekumpul

Firda

Terus Bergerak, Jalan Panjang Usaha Versi Among Kurnia Eboq

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page