Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmen pemerataan pembangunan wilayah di Kaltim.
Pemerataan tersebut khususnya di kawasan barat dan pedalaman, melalui penguatan infrastruktur, layanan kesehatan, serta akses konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebelumnya diketahui bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud usai melakukan kunjungan kerja lintas daerah mulai dari Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu pada 6 hingga 8 Januari 2026 lalu.
Rudy mengatakan kunjungan kerja lintas daerah dilakukan sebagai upaya untuk memastikan pembangunan tidak berhenti di wilayah perkotaan, melainkan menjangkau daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses darat dan layanan dasar.
“Kemarin benar kami melaksanakan kunjungan kerja dimulai dari Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan kami berakhir melalui jalur Bongan-Sotek tembus IKN,” ujarnya Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Kaltim menyerahkan bantuan ambulans air untuk masyarakat Mahakam Ulu.
Bantuan ini ditujukan untuk wilayah-wilayah dengan akses darat yang masih terbatas dan sangat bergantung pada jalur sungai sebagai sarana mobilitas utama.
“Kami memberikan bantuan ambulans air untuk Mahakam Ulu, terutama daerah-daerah yang memang akses daratnya masih sangat terbatas,” katanya.
Selain sektor kesehatan, Rudy juga menyoroti pembangunan infrastruktur jalan sebagai penggerak utama konektivitas wilayah.
Salah satu proyek strategis yang telah rampung adalah Jalan Tering-Ujoh Bilang yang terbagi dalam empat segmen dan telah diresmikan.
“Peresmian jalan Tering–Ujoh Bilang ini bukan akhir dari pembangunan, tetapi awal dari pembangunan untuk saudara-saudara kami di wilayah barat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pembangunan jalan penghubung Kutai Kartanegara–Kutai Barat, termasuk rencana jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) penghubung Kecamatan Melak dan Mook Manaar Bulatn (MMB).
Hal ini diyakini akan memangkas jarak tempuh hingga hampir 100 kilometer dan mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Pemprov Kaltim juga merencanakan pembangunan rumah sakit tipe B (rumah sakit rujukan tingkat provinsi/kabupaten) dengan kapasitas sekitar 200 tempat tidur yang akan melayani masyarakat Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara bagian dalam, hingga wilayah perbatasan Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.
“Kami targetkan rumah sakit ini paling lambat selesai tahun 2027, namun kami berharap 2026 sudah bisa operasional sambil melengkapi fasilitasnya,” jelasnya.
Terkait konektivitas menuju IKN, Rudy menyebut akses Bongan-Sotek akan menjadi jalur strategis bagi wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, bahkan Malaysia dan Brunei.
Pemprov berkomitmen untuk fokus pemerataan infrastruktur untuk agar konektivitas, distribusi barang, layanan kesehatan, dan pendidikan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat kaltim.
