Samarinda, infosatu.co – Ketua Umum Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI), Hario Tilarso menegaskan bahwa dukungan komprehensif dari berbagai ahli adalah menjadi salah satu kunci utama di balik ketangguhan atlet di lapangan.
“Keberhasilan seorang atlet meraih podium tidak hanya bergantung pada bakat dan latihan fisik semata. Melainkan peran ‘sport science’ oleh tim medis multidisiplin juga menjadi penentu utama,” ujarnya Sabtu, 27 September 2025.
Hario menjelaskan bahwa seorang atlet idealnya didampingi oleh tim yang sangat mumpuni.
Tim ini tidak hanya terdiri dari dokter umum, tetapi melibatkan spesialis jantung, ortopedi, fisioterapis, hingga ahli gizi dan psikolog.
Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek kesehatan dan mental atlet terpantau secara presisi guna mencapai performa puncak.
“Tim Indonesia misalkan ke mana gitu, ya, itu ada dokternya, ada dokter jantungnya, ada dokter ortopedinya, ada fisioterapisnya, ahli gizinya ada, psikolognya ada. Nah, itu adalah betul-betul suatu tim yang sangat mumpuni, yang sangat komplit di situ,” jelasnya.
Selain penanganan medis, peran psikolog dan ahli gizi menjadi sangat vital dalam menjaga disiplin latihan. Hubungan antara pelatih sebagai kepala tim dan dokter olahraga sebagai penyusun “resep” latihan harus berjalan sinergis.
Dokter olahraga berperan memberikan panduan periodisasi latihan yang sesuai dengan kondisi fisik spesifik atlet, apakah dia seorang pelari jarak pendek (sprinter) atau atlet dengan kebutuhan daya tahan tinggi.
“Kami sebagai dokter olahraga dalam hal ini, kita memberikan resep latihannya gimana. Jadi periodisasinya itu kita berikan kepada mereka. Cocok enggak nih begini? Dari segi gizi bisa ditunjang enggak? Nah, inilah kerja sama dari semua,” tambahnya.
Secara global, PPKORI merupakan organisasi yang terafiliasi langsung dengan Fèdèration Internationale de Mèdecine du Sport (FIMS) yang berperan sebagai think tank atau wadah pemikir bagi Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Segala bentuk panduan mengenai penanganan cedera hingga standar kesehatan atlet dunia dirumuskan oleh para ahli di organisasi ini.
Dengan standarisasi internasional tersebut, PPKORI berharap sistem pendukung atlet di Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju.
Di mana atlet tidak hanya dilatih untuk menang, tetapi juga dijaga kesehatannya secara menyeluruh.
