infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Pemprov Kaltim Targetkan 841 Desa Terlayani Internet Gratis

Teks: Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan seluruh desa di wilayahnya dapat terakses layanan internet gratis.

Program ini dipastikan berjalan secara penuh hingga 2026 mendatang, seiring dengan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

Demikian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, dalam jumpa pers di Ruang Wiek Diskominfo Kaltim, Jumat, 29 Agustus 2025.

Muhammad Faisal menjelaskan saat ini capaian internet desa sudah menyentuh 52 persen.

Dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 441 desa sudah mendapatkan akses internet hanya dalam kurun waktu 3,5 bulan sejak program diluncurkan pada 21 April 2025.

“Setiap minggu kita bisa mengcover pemasangan internet gratis di 20 sampai 30 desa. Kalau sekarang sudah 441 desa, sisanya akan dikebut hingga target 841 desa terpenuhi,” katanya.

“Target kami 2025 ini bisa selesai sebagian besar, dan sisanya di 2026 clear,” jelasnya.

Menurutnya, setiap desa minimal akan mendapatkan satu titik layanan internet, dan pada umumnya akan ditempatkan di kantor kepala desa atau kantor kampung terlebih dahulu.

Akses yang diberikan pun tidak kecil, Pemprov Kaltim memberikan imternet gratis yang memiliki kecepatan 100 megabit per second (Mbps) hingga 200 Mbps.

“Selama jam kerja digunakan untuk layanan publik, dan setelah jam kerja kami dorong dan kami harap agar Wi-Fi dibuka untuk masyarakat luas,” tambahnya.

Faisal menyebut pembiayaan program ini akan mulai dijalankan pada Desember 2025 atau Januari 2026, dengan skema pembayaran berlangganan selama lima tahun.

“Kita sudah hitung, biaya bulanan bisa antara Rp1,1 juta sampai Rp2,2 juta per titik. Dan ini semua ditanggung pemerintah,” katanya.

Meski program berjalan cepat, dia mengakui sejumlah kendala teknis masih ditemui. Salah satunya, keterbatasan jaringan kabel serat optik (fiber optic) di pedalaman.

“Semua kecamatan sudah masuk serat optik, tapi di desa masih kurang dari 50 persen. Bahkan ada laporan dua kabel serat optik terputus karena digigit hewan,” ujarnya.

Untuk mengatasi hambatan itu, Pemprov Kaltim menerapkan strategi bertingkat. Prioritas utama adalah menarik kabel fiber optic, kedua dengan sistem wireless, dan terakhir menggunakan satelit untuk desa yang sulit dijangkau.

Khusus untuk satelit di daerah tanpa listrik, rencananya akan disiapkan panel surya sebagai sumber energi.

“Targetnya 716 desa akan terlayani di perubahan anggaran tahun ini. Anggaran murni yang kita siapkan sebesar Rp12 miliar. Sedangkan di perubahan karena defisit, tambahan hanya sekitar Rp1,5 miliar,” tegasnya.

Dengan terpasangnya jaringan internet di seluruh desa, Pemprov Kaltim berharap percepatan transformasi digital bisa benar-benar terwujud.

“Kecepatan transformasi digital harus sebanding dengan kecepatan internet. Itu kuncinya,” pungkasnya.

Related posts

Diskominfo Kaltim Dorong Desa Bangun Creative Hub Pasca Internet Gratis

adinda

Diskominfo Kaltim Siapkan Starlink Akses Internet Desa Terpencil Susah Listrik

adinda

Aset RSI Segera Berakhir Masa Sewa, Pemprov Siapkan Rencana Pemanfaatan Baru

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page