infosatu.co
Samarinda

Wawali Tekankan MTQ Berjalan Sesuai Kemampuan, Utamakan Makna daripada Kemewahan

Teks: Peresmian pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Samarinda Kota oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) agar tetap berjalan dengan semangat religius dan kebersamaan, tanpa harus bergantung pada anggaran besar.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri MTQ tingkat Kecamatan Samarinda Kota, Kalimantan Timur (Kaltim) di aula utama SDN 007 Jalan Aminah Syukur.

Ia menyebut, kegiatan tersebut diikuti peserta dari lima kelurahan dan diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

“Semoga MTQ ini bisa berjalan dengan lancar dan qori-qoriah, anak-anak kita semua menjadi anak-anak saleh dan saleha. Karena mereka belajar kitab suci yang kita cintai, yaitu Al-Qur’an,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.

Ia berharap, melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an, Kota Samarinda dapat menjadi daerah yang diberkahi.

“Dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mudah-mudahan Allah menjadikan kota kita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

Terkait dukungan anggaran, Saefuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak mengalokasikan dana khusus untuk pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut lebih banyak dilaksanakan secara swakelola oleh pihak kecamatan dan kelurahan.

“Ini kebanyakan swakelola atau swasembada dari kecamatan dan kelurahan. Dari pemerintah kota hanya sebatas penghargaan atau pembinaan, nilainya juga kecil,” tegasnya.

Meski demikian, ia menilai hal tersebut tidak menjadi hambatan utama. “Yang terpenting, adalah anak-anak itu semangat peserta dalam mempelajari dan menghayati Al-Qur’an,” katanya.

Menanggapi adanya sejumlah kecamatan yang menunda pelaksanaan MTQ akibat keterbatasan anggaran, Saefuddin meminta agar kegiatan tetap disesuaikan dengan kemampuan, tanpa harus dipaksakan.

“Dilaksanakan sesuai kemampuan saja. Tidak usah berlebih-lebihan. Daripada kita meminjam,” ujarnya.

Ia menekankan, kesederhanaan tidak akan mengurangi makna dan nilai dari pelaksanaan MTQ itu sendiri. Justru, semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama.

“Sederhana tapi religius. Gotong royongnya tetap ada dan tidak mengurangi hikmah dari MTQ itu sendiri,” katanya.

Related posts

Andi Harun Ingatkan Jemaah Haji Samarinda agar Fokus Ibadah

Emmy Haryanti

Sisa Kebakaran SMPN 2 Samarinda Dibersihkan, Aktivitas Belajar Kembali Pulih

Firda

Leni Betah Jadi Ojek Online Bisa Gaji Tiga Juta

Emmy Haryanti

You cannot copy content of this page