Samarinda, Infosatu.co — Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa keadilan merupakan kunci utama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Sambutan Wali Kota tersebut dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden, di hadapan pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kaltim, tokoh lintas agama, sesepuh umat Khonghucu, serta masyarakat Tionghoa Samarinda.
Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh umat Khonghucu dan warga Tionghoa di Kota Samarinda.
Ia berharap Imlek menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Perayaan Imlek tahun ini mengusung tema “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” atau dalam bahasa Tionghoa 益均无贫 (Gǎi Jūn Wú Pín).
Menurut Andi Harun, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini karena menekankan pentingnya keadilan dalam kebijakan pemerintah, dunia usaha, penegakan hukum, serta relasi antarwarga.
“Tema ‘Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan’ sangat relevan dengan kondisi saat ini, karena menegaskan pentingnya keadilan dalam kebijakan pemerintah, dunia usaha, penegakan hukum, hingga relasi antarwarga,” ujar Andi Harun, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menuturkan, baik dalam ajaran Khonghucu maupun nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, keadilan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketika keadilan ditegakkan, masyarakat akan hidup lebih tertib, damai, dan sejahtera, serta kesenjangan sosial dapat diminimalisasi.
“Sebaliknya, ketika keadilan diabaikan, akan muncul ketidakpercayaan, perpecahan, dan kemiskinan yang berkepanjangan. Karena itu, tema Imlek tahun ini menjadi ajakan moral bagi seluruh warga Samarinda untuk terus berbenah,” demikian sambutan Wali Kota.
Andi Harun juga menyoroti kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Samarinda.
Ia menyebut, perayaan hari besar keagamaan, termasuk Imlek, merupakan bagian dari kekayaan budaya dan spiritual bersama yang harus dijaga.
Andi Harun juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai momentum refleksi dan introspeksi diri.
Serta menerapkan nilai keadilan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Kota Samarinda yang aman, damai, inklusif, dan sejahtera bagi semua.
