Samarinda, Infosatu.co — Wali Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun menyampaikan pesan khusus kepada insan pers agar pemberitaan tidak berhenti pada kritik terhadap pemerintah.
Tetapi juga berani mengungkap pelaku langsung yang meresahkan masyarakat.
Andi Harun menilai, media memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran publik, termasuk dalam persoalan parkir liar yang selama ini kerap menjadi keluhan warga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Menurutnya, kritik terhadap Pemkot merupakan bagian dari kontrol publik yang sah dan diperlukan.
Namun ia mengingatkan agar pemberitaan tetap proporsional dan berimbang, dengan tidak mengabaikan pelaku utama yang melakukan pelanggaran di lapangan.
“Pemerintah tidak anti kritik, namun pemberitaan harus tetap proporsional dan berimbang dengan menyoroti pelaku utama pelanggaran,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam konteks parkir liar, Andi Harun menilai keberanian media diuji. Ia menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang lebih vokal mengkritik pemerintah.
Tetapi enggan menyorot langsung praktik jukir liar yang nyata-nyata meresahkan masyarakat.
Padahal, menurutnya pelaku pelanggaran kerap merasa aman ketika sorotan hanya tertuju pada pemerintah.
Ia mendorong wartawan untuk tidak hanya kuat di ruang digital, tetapi juga berani di lapangan.
Dokumentasi visual, pengungkapan fakta, serta keberanian menyebut praktik yang salah dinilai sebagai bagian dari fungsi jurnalistik untuk kepentingan publik.
“Wartawan harus berani di lapangan, tidak hanya kuat di ruang digital, dengan mengedepankan dokumentasi visual dan pengungkapan fakta,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya konteks dalam pemberitaan.
Ia mencontohkan isu layanan publik seperti air bersih, yang kerap diberitakan tanpa menjelaskan kondisi teknis dan perbandingan yang sepadan dengan daerah lain.
Menurutnya, penyajian informasi yang utuh akan membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih adil.
Melalui pesan ini, Andi Harun berharap media dapat menjadi mitra kritis sekaligus edukatif.
Wartawan diharapkan tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga membantu mendorong perubahan dengan memberitakan fakta secara berani, jujur, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas.
“Kami harap media menjadi mitra kritis dan edukatif dengan menyampaikan fakta secara berani, jujur, dan bertanggung jawab demi kepentingan publik,” pungkasnya.
