Malang, infosatu.co – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang serta masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial (bermedsos) dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Malang saat memimpin apel pagi rutin di halaman Balai Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mendorong jajaran ASN agar aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan bidang tugas masing-masing, sehingga publik memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“ASN memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak terperdaya oleh kabar yang tidak jelas asal-usulnya,” ujar Wahyu, Senin 19 Januari 2026.
Ia mencontohkan, selain melalui portal resmi masing-masing instansi, ASN juga dapat memanfaatkan media sosial pribadi seperti status atau story untuk menyebarluaskan informasi, program, maupun prestasi Pemkot Malang.
Dengan keterlibatan seluruh ASN, penyebaran informasi dinilai akan lebih masif dan efektif.
“Jika hanya mengandalkan media sosial Pemkot Malang dan instansi, tentu penyebarannya kurang maksimal. Akan berbeda ketika seluruh ASN turut berpartisipasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi, termasuk media sosial, menuntut masyarakat untuk semakin bijak dan cerdas dalam memanfaatkannya.
Keterlibatan ASN dalam menyampaikan informasi yang benar juga dinilai penting untuk mencegah serta menangkal kabar bohong atau hoaks, khususnya yang berkaitan dengan Pemkot Malang.
“Setiap orang saat ini sangat mudah membuat akun media sosial, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, bahkan membuat portal atau media online yang belum terkonfirmasi dan terverifikasi Dewan Pers. Fenomena ini harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Wahyu juga menyinggung hasil pertemuannya dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat maupun PWI Malang Raya.
Menurutnya, menjadi wartawan profesional bukanlah hal yang mudah karena harus melalui proses panjang, mulai dari pendidikan, pengalaman, hingga Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Dari proses tersebut, pemberitaan yang dihasilkan oleh media profesional dapat dijadikan rujukan oleh masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, ia menilai masih banyak masyarakat yang cenderung lebih cepat mempercayai informasi di media sosial, terutama yang bersifat viral, tanpa menelaah kebenarannya secara utuh.
“Tidak semua yang viral itu benar. Kita sering hanya melihat permukaannya saja. Karena itu, jangan langsung menelan informasi mentah-mentah,” katanya.
“ASN, selain sebagai pelayan masyarakat, juga dapat berperan aktif memberikan informasi yang komprehensif dan berimbang,” pungkas Wahyu.
