Bontang, infosatu.co – Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi tinggi kepada para tenaga kebersihan yang selama ini menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Bontang.
Menurutnya, peran para petugas kebersihan sangat vital bagi wajah dan kualitas lingkungan kota.
Hal tersebut disampaikan Neni saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan sembako Ramadan kepada tenaga kebersihan dalam program Bontang Peduli yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Neni menilai para tenaga kebersihan memiliki dedikasi luar biasa karena bekerja di ruang-ruang publik untuk memastikan kota tetap bersih dan tertata.
“Bapak-Ibu sekalian adalah orang-orang yang hadir di ruang-ruang publik Kota Bontang dengan dedikasi yang tinggi, menata kota, merapikan taman, membersihkan kota, termasuk juga area pemakaman,” ujarnya di hadapan 447 tenaga kebersihan Kota Bontang.
Ia bahkan mengajak masyarakat untuk membayangkan bagaimana kondisi kota apabila para petugas kebersihan tidak bekerja selama satu hari.
“Bayangkan kalau satu hari saja tidak ada pasukan kuning, betapa kotornya kota ini,” kata Neni.
Menurutnya, kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi juga harus menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Bontang juga mendorong gerakan kesadaran masyarakat melalui program GESIT (Gerakan Sampah Tanggung Jawabku) yang bertujuan membangun budaya disiplin dalam mengelola sampah.
“Dengan gerakan ini minimal kita punya tanggung jawab terhadap sampah kita sendiri. Tidak perlu mengurus sampah orang lain, tetapi setidaknya sampah yang kita hasilkan harus kita kelola dengan baik,” jelasnya.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan masyarakat seperti acara atau perayaan sering kali meninggalkan banyak sampah yang kemudian harus dibersihkan oleh petugas kebersihan.
Namun dengan adanya kesadaran masyarakat, sampah setidaknya dapat dikumpulkan terlebih dahulu sehingga memudahkan proses pembersihan.
“Alhamdulillah sekarang dengan adanya gerakan ini masyarakat mulai bertanggung jawab. Minimal sampah dikumpulkan di satu titik sehingga tidak terlalu menyulitkan petugas kebersihan,” katanya.
Neni juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk melalui pemilahan dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat dikurangi.
Menurutnya, jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, maka kapasitas TPA akan cepat penuh dan menjadi persoalan baru bagi kota.
“Targetnya residu yang masuk ke TPA hanya sekitar 5 persen. Tapi kalau pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, jumlah yang masuk bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan para tenaga kebersihan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan kota, mulai dari membersihkan jalan, taman, hingga area pemakaman.
Karena itu, Pemerintah Kota Bontang terus berupaya memberikan perhatian dan kesejahteraan bagi para petugas kebersihan.
“Dedikasi Bapak-Ibu sekalian luar biasa dalam merawat dan menjaga kehidupan kota ini. Karena itu pemerintah kota berkomitmen memberikan perhatian dan kesejahteraan kepada para petugas kebersihan,” tutupnya. (Adv)
