infosatu.co
KALTIM

Ustaz Murjani: Membaca Al-Qur’an dan Menjaga Salat, Penghubung Hati kepada Allah

Teks: Ustaz Murjani sedang mengisi tausiah (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Kultum dan salat Tarawih di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ustaz Murjani sekaligus pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim menyampaikan pesan penting tentang keutamaan membaca Al-Qur’an dan menjaga ibadah salat sebagai penghubung hati seorang hamba kepada Allah SWT.

Ia mengingatkan, Ramadan menjadi kesempatan sebaik-baiknya untuk membersihkan hati dan memperbaiki kualitas ibadah.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Murjani menekankan pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari.

Menurutnya, meskipun belum sepenuhnya memahami arti bacaan, pahala tetap diberikan.

“Yang penting baca. Bahkan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an pun tetap mendapat pahala,” ujarnya, Minggu Malam, 22 Februari 2026.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, ia menyampaikan, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Karena itu, ia mengingatkan agar orang tua tidak lalai mendidik anak-anaknya dalam belajar Al-Qur’an.

Jangan sampai, anak yang dilahirkan justru kurang mendapatkan pendidikan agama dari orang tuanya sendiri.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala berlipat ganda. Di hari biasa satu huruf bernilai sepuluh kebaikan, dan di bulan Ramadan ganjarannya jauh lebih besar.

“Istimewanya umat ini, membaca satu huruf saja sudah mendapat pahala,” katanya.

Selain membaca Al-Qur’an, salat pun sama pentingnya. Dua hal ini, menurutnya, menjadi penghubung antara hamba dengan Allah SWT. “Dua hal ini sudah pasti sebaik-baiknya amalan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir ponsel setiap hari, sementara membaca Al-Qur’an sering kali tidak sampai lima menit.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk bertobat dan mengganti kebiasaan tersebut dengan memperbanyak ibadah agar hati menjadi bersih.

Menurutnya, hati yang bersih akan memudahkan seseorang dalam menjalankan ibadah.

Ia mengingatkan agar salat lima waktu dijaga tepat waktu sebagai kewajiban utama seorang Muslim.

“Minimal yang wajib kita jaga. Itu sudah bentuk kedekatan kita kepada Allah,” tuturnya.

Dalam penutup tausiyah, Ustaz Murjani mengingatkan tentang hakikat kehidupan dan kematian.

Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang tidur, ruhnya berada dalam genggaman Allah SWT.

Jika dikembalikan, maka ia hidup kembali. Namun jika tidak, maka itulah kematian.

“Betapa banyak orang yang tidur, tapi tidak bangun lagi,” ucapnya mengingatkan.

Melalui kultum tersebut, ia mengajak seluruh jamaah untuk membersihkan hati, memperbaiki ibadah, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Related posts

MUI Kaltim Dorong Kolaborasi Lintas Komisi, Perluas Dakwah Digital Jelang Ramadan

Andika

Sambut Tahun Baru Imlek, Carlin Alexandra Harapkan Kemakmuran dan Kedamaian

Firda

LPTQ Kaltim Matangkan Kafilah Menuju MTQ Nasional XXXI

Emmy Haryanti

You cannot copy content of this page