infosatu.co
DLHK Kukar

TPA Bekotok Tak Mampu Menampung, DLHK Kukar Siapkan Fasilitas Baru

Teks: TPA Sampah Bekotok Loa Ipuh

Kukar, infosatu.co – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi persoalan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Salah satu upaya yang sudah dijalankan adalah melakukan kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS) terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bekotok di Kelurahan Loa Ipuh.

Kajian ini menjadi penting lantaran TPA Bekotok dinilai sudah tidak memungkinkan lagi difungsikan. Volume sampah yang kian menumpuk dari tahun ke tahun membuat kapasitas lahan menipis.

Selain itu, persoalan lingkungan yang ditimbulkan, seperti bau, potensi pencemaran tanah, hingga keluhan warga sekitar, semakin mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka panjang.

“Ini untuk mengantisipasi keberadaan TPA Sampah Bekotok yang tidak memungkinkan difungsikan lagi,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan.

Irawan menjelaskan, FS yang dilakukan bukan sekadar memotret kondisi eksisting, melainkan juga mencari alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Kajian ini, kata dia, akan menjadi dasar teknis sekaligus bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan daerah, termasuk penentuan lokasi baru maupun metode pengolahan yang lebih modern.

Di sisi lain, DLHK Kukar juga sudah menyiapkan tahapan penganggaran. Menurut Kepala DLHK Kukar, Slamet, rencana Detail Engineering Design (DED) telah dimasukkan dalam program tahun 2024.

Sementara pembangunan infrastruktur pengganti TPA Bekotok ditargetkan bisa dimulai pada tahun ini.

“Penganggaran ada yang sudah DED pada 2024 dan dibangun 2025, tinggal komunikasi dengan Dinas PU Kukar,” kata Irawan.

Selain menyiapkan TPA baru, pemerintah daerah juga mencoba mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir.

DLHK Kukar mendorong keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di beberapa kecamatan, yakni Muara Kaman, Muara Muntai, dan Muara Wis.

Konsep TPS 3R diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Dengan metode daur ulang, sebagian besar sampah bisa diolah kembali menjadi produk bermanfaat. Limbah organik dapat diproses menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah agar bernilai ekonomis.

“Keberadaan TPS 3R ini diharapkan mampu mengatasi jumlah produksi sampah yang terus bertambah, pun di samping meningkatkan nilai ekonomis dari sampah itu sendiri,” tutur Irawan.

Jika rencana pembangunan TPA baru berjalan sesuai jadwal, Kukar diproyeksikan memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern. Namun, tanpa dukungan penuh dari masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumber, beban pengelolaan tidak akan berkurang.

Karena itu, DLHK Kukar menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama agar persoalan sampah tidak terus menjadi masalah tahunan. (Adv)

Related posts

Program One Zerowaste Kukar Sasar Sekolah Sebagai Agen Perubahan

Martinus

Bank Sampah Asri di Bukit Biru, Solusi Efektif Menambah Penghasilan Warga

Martinus

DLHK Kukar Kerahkan 865 Pasukan Merah Putih Tangani Kebersihan Lingkungan

Martinus

Leave a Comment

You cannot copy content of this page