infosatu.co
DLHK Kukar

Tim AMDAL Ungkap Harapan dan Kekhawatiran Warga atas Kehadiran PT CSN

Teks: Rapat pembahasan AMDAL PT CSN di Kantor DLHK Kukar

Kukar, infosatu.co – Anggota tim penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan beragam aspirasi warga terkait rencana kegiatan PT Cemerlang Sawit Nusantara.

Dalam forum konsultasi publik yang digelar belum lama ini, suara masyarakat mencakup dorongan positif terhadap peningkatan kesejahteraan, sekaligus kekhawatiran mengenai dampak sosial maupun lingkungan yang mungkin timbul.

Ketua tim penyusun AMDAL, Muhammad Yahya, menuturkan bahwa masyarakat di Desa Separi dan Desa Sebulu menaruh harapan besar pada kehadiran perusahaan.

“Meningkatkan kesejahteraan sosial dan perekonomian dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan,” kata Yahya saat menyampaikan rangkuman aspirasi dalam rapat tersebut.

Harapan itu diantaranya mencakup peluang kerja bagi warga lokal agar mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan dapat ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.

Selain itu, masyarakat meminta agar PT CSN membuka ruang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun lembaga desa lainnya.

Langkah ini diyakini akan memberi manfaat berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Tuntutan lain yang tak kalah penting adalah transparansi. Warga meminta perusahaan tidak menutup informasi, baik kepada masyarakat maupun aparat desa.

Dengan begitu, potensi kritik dan kesalahpahaman yang kerap muncul dalam proyek berskala besar bisa diminimalisir sejak awal.

Di luar aspek sosial dan ekonomi, masyarakat juga memberi catatan khusus mengenai teknis operasional perusahaan.

Salah satunya, penggunaan akses jalan. Warga meminta PT CSN tidak menggunakan jalan umum yang sehari-hari dipakai masyarakat, agar tidak menimbulkan konflik kepentingan maupun kerusakan infrastruktur desa.

Selain itu, pengelolaan limbah menjadi perhatian penting.

Masyarakat berharap perusahaan menyiapkan strategi pengolahan yang baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.

Meski begitu, di tengah dukungan yang luas, muncul pula sejumlah kekhawatiran.

Menurut Yahya, masyarakat mengantisipasi potensi gesekan dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dikhawatirkan ikut terlibat dalam kegiatan perusahaan. Situasi seperti ini bisa berimbas pada hubungan sosial masyarakat lokal jika tidak dikelola secara hati-hati.

Dalam dokumen rekapitulasi kuesioner Saran, Pendapat, dan Tanggapan (SPT), DLHK Kutai Kartanegara mencatat bahwa masyarakat dari dua desa tersebut pada prinsipnya memberikan dukungan penuh terhadap rencana usaha PT Cemerlang Sawit Nusantara.

Dukungan itu bahkan disebut mencapai 100 persen, dengan catatan bahwa perusahaan harus konsisten memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga keseimbangan sosial di kawasan sekitar. (Adv)

Related posts

Rea Kaltim Tanam Komitmen Lingkungan Lewat Inovasi Paving Daur Ulang

Martinus

DLHK Kukar Dukung Langkah APKASINDO Majukan Petani Sawit Lokal

Musriva

DLHK Kukar Catat Nol Kasus Pelanggaran Amdal 2025

Martinus

Leave a Comment

You cannot copy content of this page