Pasuruan, infosatu.co – Suasana hangat terlihat di sebuah gubuk sederhana berdinding anyaman bambu dan beratap seng di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Di atas terpal biru yang mulai kusam, prajurit Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan duduk melingkar bersama warga, berbincang santai setelah seharian bekerja membangun desa.
Sinar matahari sore menembus celah daun dan ranting di sekitar gubuk, menerangi wajah-wajah yang tampak lelah namun penuh semangat.
Sejak pagi mereka bergotong royong mengangkut pasir, mencampur semen, hingga memasang bata dalam pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Alih-alih langsung kembali ke pos, para prajurit memilih beristirahat bersama warga dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos).
Momentum sederhana itu menjadi ruang kebersamaan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat.
Di antara mereka terlihat Kopda Fery, prajurit muda dengan seragam loreng yang masih berdebu, duduk berdampingan dengan warga desa. Obrolan berlangsung hangat, sesekali diselingi tawa yang mencairkan suasana.
Salah satu warga, David, mengaku bersyukur dengan kehadiran program TMMD di desanya.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, dulu kami hanya bermimpi punya jalan yang lebih baik, mushola yang layak, dan rumah yang tidak bocor. Sekarang TMMD datang dan langsung bekerja nyata. Kami sangat senang, bahkan anak-anak juga gembira melihat tentara ikut gotong royong,” ungkapnya, Senin 9 Maret 2026.
Bagi Satgas TMMD, kegiatan Komsos bukan sekadar obrolan santai. Melalui kebersamaan itu, prajurit dapat mendengar langsung kebutuhan serta harapan warga agar pembangunan yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan. Dengan duduk bersama warga, kami bisa mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Kopda Fery.
Kehadiran prajurit Satgas TMMD di Desa Wonosari pun terasa lebih dari sekadar program pembangunan. Kebersamaan yang terjalin selama bekerja dan berbincang santai membuat hubungan antara TNI dan warga semakin erat, layaknya keluarga sendiri.
Saat matahari mulai condong ke barat, obrolan di atas terpal biru itu pun perlahan berakhir. Para prajurit berpamitan kembali ke pos, meninggalkan bukan hanya bangunan yang terus berdiri kokoh, tetapi juga kenangan kebersamaan yang tumbuh dari kerja keras dan cerita sederhana bersama warga.
