Samarinda, Infosatu.co – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kaltim bekerja sama dengan CV Pesona Merah Merapi melakukan penanganan preventif jalan dan pemeliharaan berkala jembatan di sejumlah ruas dalam Kota Samarinda.

Direktur CV Pesona Merah Merapi Muhammad Alsya Rifansyah menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah menjadi tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan integritas tinggi.
“Saya pribadi berkomitmen penuh memastikan pekerjaan ini dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan dengan kualitas terbaik,” katanya.
“Amanah ini bukan sekadar proyek, tetapi menyangkut kepercayaan pemerintah dan masyarakat,” tegasnya pada Kamis 19 Februari 2026.

Berdasarkan kontrak, lingkup pekerjaan meliputi preservasi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan dengan pemeliharaan preventif sepanjang 1,78 kilometer, serta pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 9,30 meter.
Pekerjaan dimulai pada 27 Januari 2026 dengan waktu penyelesaian 339 hari kalender dan ditargetkan rampung 31 Desember 2026.
Sejumlah ruas yang masuk dalam paket pekerjaan ini antara lain Jalan RE Martadinata, Jalan Juanda, dan Jalan PM Noor, termasuk penanganan jembatan di kawasan tersebut. Nilai paket pekerjaan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Alsya menjelaskan, hingga saat ini progres fisik masih berada pada tahap awal berupa survei lapangan dan pengukuran teknis, sebagai dasar penentuan metode kerja dan penanganan titik-titik prioritas.
“Saat ini masih tahap survei dan pengukuran. Setelah itu, sekitar satu minggu ke depan pekerjaan fisik mulai berjalan,” ujarnya.
Ia menyebut, pekerjaan jalan akan lebih banyak dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, mengingat ruas yang ditangani merupakan jalur aktif perkotaan.
“Pekerjaan jalan biasanya kami lakukan malam hari saat kondisi lalu lintas lebih lengang. Ini lebih efektif dan aman,” katanya.
Terkait tantangan cuaca, kondisi hujan di Samarinda berpotensi memengaruhi pekerjaan, terutama pada material.
Namun, ia menegaskan hal tersebut telah diantisipasi dalam perencanaan.
“Dengan durasi kerja 339 hari, masih ada ruang waktu untuk menyesuaikan kondisi cuaca. Kami optimistis pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh material yang digunakan berasal dari produksi lokal, termasuk material aspal, sehingga pasokan lebih terjamin dan kualitas dapat dikendalikan.
“Material kami produksi sendiri dan bersumber dari lokal, jadi relatif aman dan terkontrol,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, CV Pesona Merah Merapi menyiapkan 10 hingga 15 tenaga kerja, menyesuaikan kebutuhan di setiap tahapan pekerjaan.
Ruas Jalan RE Martadinata direncanakan menjadi titik awal pengerjaan dengan panjang sekitar 800 meter, dilanjutkan ke Jalan Juanda sekitar 900 meter, serta pekerjaan jembatan di kawasan Jalan PM Noor.
Selain target ketepatan waktu, Alsya menekankan bahwa kualitas material dan hasil pekerjaan menjadi prioritas utama.
“Target utama kami pekerjaan selesai tepat waktu dan tidak molor. Kualitas material sangat kami jaga karena itu berpengaruh langsung pada umur layanan jalan dan jembatan,” pungkasnya.
