Bontang, infosatu.co – Penyaluran zakat di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya difokuskan pada bantuan konsumtif seperti santunan atau paket sembilan bahan pokok (Sembako).
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang juga mengarahkan sebagian dana zakat untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha agar lebih mandiri secara ekonomi.
Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga, mengatakan penyaluran zakat dilakukan berdasarkan delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam.
Karena itu, bantuan yang diberikan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
“Penyalurannya kita sesuaikan dengan delapan asnaf. Jadi kita melihat kebutuhan dari masing-masing penerima,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, untuk masyarakat yang masuk kategori fakir, bantuan biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai guna membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Total ada 7.548 paket yang Baznas distribusikan tahun ini senilai Rp300 ribu.
Sementara bagi kelompok miskin, Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga memberikan dukungan usaha dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dapat membantu mereka meningkatkan pendapatan.
“Kalau yang masuk kategori miskin biasanya kita bantu juga dalam bentuk barang atau dukungan usaha. Tujuannya supaya mereka bisa mengembangkan usaha dan perlahan keluar dari kemiskinan,” jelasnya.
Selain itu, dana zakat juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan melalui program fisabilillah. Program ini menyasar para dai dan pengajar Al-Qur’an yang aktif membina masyarakat di berbagai lingkungan.
Menurut Kuba, para dai memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu Baznas memberikan stimulan agar kegiatan dakwah di tengah masyarakat dapat terus berjalan.
“Di Bontang ini banyak dai yang aktif berdakwah di masyarakat. Untuk mendukung kegiatan mereka, kita memberikan stimulan dari dana fisabilillah,” katanya.
Khusus selama Ramadan, Baznas juga menyalurkan bantuan kepada para guru ngaji yang selama ini berperan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak maupun masyarakat.
Para guru ngaji tersebut menerima bantuan sekitar Rp300 ribu per orang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pendidikan keagamaan.
“Pada Ramadan ini guru-guru ngaji juga kita jangkau melalui dana fisabilillah. Bantuan yang diberikan sekitar Rp300 ribu per orang,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan zakat melalui Baznas tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan kesejahteraan dan penguatan kehidupan keagamaan di Bontang. (Adv)
