Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) belum mengambil sikap pasti terkait wacana penghapusan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2027.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan pembahasan di tingkat provinsi masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan yang mengikat.
Pemkot sendiri mengaku sudah menyampaikan usulan, namun belum bisa memastikan apakah bankeu tetap ada atau justru dihapus.
“Kita tunggulah. Yang jelas usulan sudah kita sampaikan, nanti kita tunggu keputusan akhirnya seperti apa. Kita harapkan sih masih ada untuk kabupaten kota, untuk menunjang pembangunan,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Neneng menegaskan, program prioritas Pemkot Samarinda tetap dijalankan meski terjadi penurunan bankeu, dengan penyesuaian pada skema pelaksanaan.
“Pasti tetap jalan. Cuman nanti bentuk efisiensinya seperti apa, kita lihat kemampuan keuangan daerah untuk tahun depan. Kita lihat tren tahun ini seperti apa, baru kita ambil sikap lagi,” katanya.
Terkait kondisi tahun 2026 yang juga mengalami penurunan Bankeu, Neneng mengakui rincian kegiatan berada pada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Namun secara umum, sejumlah program dasar masih tetap berjalan dengan dukungan anggaran tersebut.
Ia menambahkan, meski tidak merinci secara detail, sejumlah program dasar tetap berjalan dengan dukungan bankeu, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat.
“Setahu saya tetap ada untuk penanggulangan banjir seperti drainase, air bersih juga ada, kemudian jalan juga masih ada. Mudah-mudahan tahun depan masih ada walaupun sedikit,” tutupnya.
