Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tengah mematangkan rencana penerapan sistem parkir berlangganan berbasis digital.
Program yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola parkir sekaligus meminimalisasi keberadaan juru parkir (jukir) liar yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.
“Parkir berlangganan ini lagi pematangan. Nanti hari Senin atau hari Selasa kita matangkan lagi. Kita berharap semua pengelolaan parkir di Samarinda sudah pakai sistem digital dan kartu berlangganan,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026 di Kantor Balaikota.
Menurutnya, melalui sistem tersebut pemerintah ingin menciptakan pengelolaan parkir yang lebih tertib sekaligus memberikan perlindungan bagi para jukir yang bersedia menjadi petugas resmi.
Ia menegaskan, para jukir akan diajak bergabung menjadi jukir resmi dengan berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah.
“Jadi jukirnya akan kita ajak, ayo menjadi jukir resmi, pendapatannya akan naik, dapat honor, dapat insentif, dapat BPJS. Kita akan perlakukan secara manusiawi,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Manalu, ia menyebut jukir akan tetap dilibatkan dalam sistem baru tersebut.
Mereka akan mengatur keluar masuk parkiran dan menata parkir. Jadi tidak ada lagi pembayaran parkir di jalan.
Andi Harun juga mengingatkan agar praktik jukir liar yang meresahkan masyarakat tidak lagi terjadi setelah sistem ini diterapkan.
“Tolong ya berhenti, tidak boleh lagi menjadi jukir yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam sistem parkir berlangganan tersebut, masyarakat nantinya cukup menggunakan kartu khusus yang dapat diisi ulang layaknya kartu telepon seluler.
“Bisa di-top up dan jauh lebih hemat,” jelasnya.
Ia mencontohkan, saat ini masyarakat bisa mengeluarkan biaya parkir yang cukup besar jika dalam satu hari beberapa kali memarkir kendaraan.
“Kalau sekarang kan setiap parkir kalian bayar misalnya motor dua ribu. Kalian parkir dalam satu hari lima kali berarti harus siapkan uang sepuluh ribu. Ini nanti cuma dua ribu per hari,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat parkir berkali-kali dalam sehari tanpa harus membayar setiap kali parkir. “Mau seratus kali parkir juga, tapi kartunya nanti akan terpotong dua ribu per hari,” tambahnya.
Andi Harun menargetkan program parkir berlangganan tersebut dapat diluncurkan setelah perayaan Idulfitri tahun ini. “Ya mudah-mudahan habis Lebaran sudah selesai,” katanya.
Ia berharap program ini dapat menjadi langkah bersama dalam memperbaiki tata kelola Kota Samarinda agar semakin tertib dan nyaman bagi masyarakat.
“Ini agar kita memiliki tata kota yang makin baik. Kapan lagi kita punya komitmen bersama untuk memperbaiki tata kota,” pungkasnya.
