Samarinda, Infosatu.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan sikap politik terhadap pemerintahan Rudi-Seno di Pemerintah Provinsi Kaltim.
Meski pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya PKB merupakan partai pengusung pasangan tersebut, kini partai menegaskan posisinya tidak berada di barisan pendukung.
Ketua DPW PKB Kaltim yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syafruddin, menegaskan sikap partainya adalah mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan mengkritik bahkan menolak kebijakan yang tidak pro masyarakat.
“Memang dulu waktu Pilkada, PKB Kaltim adalah partai pengusung Rudi-Seno. Namun hari ini kami menyatakan sikap,” ujarnya, Senin, 2 Maret usai buka bersama dengan sejumlah Jurnalis Kaltim.
Ia menyebut, PKB akan menjadi garda terdepan jika kebijakan pemerintah provinsi benar-benar berpihak kepada masyarakat. Sebaliknya, jika kebijakan dinilai tidak mengutamakan kepentingan rakyat, partai akan bersikap tegas.
“Kalau kebijakan itu berpihak kepada masyarakat, kami akan mendukung bahkan menjadi garda terdepan. Tapi kalau tidak berpihak kepada masyarakat, kami akan mengkritik habis bahkan menolak,” tegasnya.
Lebih jauh, Syafruddin juga memastikan arah politik PKB pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Ia menyatakan PKB tidak akan kembali mendukung Rudi-Seno pada kontestasi berikutnya karena partai telah menyiapkan kader sendiri.
“Pilgub ke depan, PKB tidak akan dukung Rudi-Seno lagi. Kami sudah punya kader sendiri yang akan kami siapkan untuk bertarung,” katanya.
Ia menyebut PKB telah memiliki figur internal yang berpengalaman di eksekutif dan siap maju dalam Pilgub mendatang.
“Yang pasti kami sudah punya kader sendiri yang sudah berpengalaman di eksekutif dan sudah malang melintang,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika yang maju adalah kader sendiri, maka partai memiliki ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk memberikan masukan serta melakukan pengawasan internal agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi dan berpihak kepada masyarakat.
Tak hanya di tingkat provinsi, PKB Kaltim juga menyatakan telah menyiapkan kader terbaik untuk bertarung di Pilkada kabupaten/kota se-Kaltim.
Syafruddin menilai perkembangan partai dalam satu dekade terakhir menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2009, PKB tidak memiliki kursi di DPRD Kaltim. Namun pada tahun 2014 dan tahun 2019 partai mulai meraih kursi, dan pada tahun 2024 bahkan berhasil memperoleh kursi pimpinan DPRD.
Saat ini PKB memiliki enam kursi di DPRD Provinsi Kaltim dan menargetkan 11 kursi pada Pemilu 2029.
“Target tahun 2029 harus lebih besar lagi, karena kami ingin mengusung sendiri pada Pilgub yang akan datang,” tegasnya.
Sebagai mandataris Musyawarah Wilayah (Muswil) yang kembali dipercaya memimpin PKB Kaltim untuk periode keempat, Syafruddin menyatakan target tersebut menjadi komitmen bersama seluruh kader untuk memperkuat posisi partai di tingkat daerah maupun provinsi.
