Samarinda, infosatu.co – Program seragam sekolah Gratispol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh para siswa, tetapi juga mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah.
Sepekan lalu, distribusi seragam Gratispol telah diserahkan kepada siswa SMA Negeri 16 Samarinda.
Dua siswa kelas X, Muhammad Alif Alsamar dan Arjuna Putra, mengaku bantuan tersebut sangat membantu, terutama karena kualitas perlengkapan yang diberikan dinilai baik dan layak digunakan setiap hari sekolah.
Alif menilai bahan seragam dan perlengkapan yang diterima bukan kategori murahan dan cukup awet untuk penggunaan jangka panjang.
“Untuk kualitas menurut saya cukup bagus. Bahannya juga bukan yang murahan, jadi bisa dipakai setiap hari sekolah,” ujarnya, Senin 12 Januari 2026.
Ia menyebutkan, paket bantuan yang diterima cukup lengkap, meliputi sepatu, tas, seragam, celana, sabuk, kaus kaki, hingga topi.
Hal serupa disampaikan Arjuna. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini,” kata Arjuna.
Dari sisi pemanfaatan, pihak sekolah juga telah mengimbau siswa untuk menggunakan atribut yang telah dibagikan.
Penggunaan seragam diatur secara bergiliran setiap pekan sesuai ketentuan sekolah.
Terkait proses pembagian, kedua siswa memastikan tidak ada kendala berarti.
Ukuran sepatu maupun seragam yang diterima dinyatakan sesuai, tanpa perlu adanya tukar-menukar antar siswa.
Jika ditotal, nilai bantuan perlengkapan sekolah tersebut diperkirakan mencapai Rp1 juta per siswa dan dinilai sebanding dengan kualitas barang yang diterima.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak menyampaikan bahwa secara umum pihak sekolah sangat mengapresiasi program Gratispol tersebut.
Menurutnya, bantuan ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi siswa karena kebutuhan dasar untuk hari sekolah dapat terpenuhi.
“Pada dasarnya, program Gratispol sebagai bentuk bantuan ini sangat baik. Anak-anak bisa tersenyum, setidaknya untuk kebutuhan hari sekolah. Ada sepatu, tas, dan pakaian yang diberikan,” ujarnya.
Meski demikian, Rozak berharap ke depan terdapat inovasi lanjutan dalam bentuk bantuan tambahan.
Ia menilai, setelah kebutuhan seragam harian terpenuhi, program ini dapat dikembangkan untuk menunjang aktivitas lain siswa.
“Saya berharap pada tahun 2026 atau 2027 nanti ada penambahan bentuk bantuan. Jika sebelumnya difokuskan untuk hari sekolah, ke depan mungkin bisa ada inovasi baru seperti pakaian olahraga,” katanya.
“Entah berlabel Dinas Pendidikan, provinsi, atau lainnya, yang terpenting ada penambahan,” jelasnya.
Rozak juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemprov Kaltim atas realisasi program tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi Bapak Gubernur yang telah memiliki program luar biasa melalui Gratispol. Anak-anak terlihat senang, tasnya bagus, bajunya bagus, sepatunya juga bagus,” tuturnya.
Terkait kendala di lapangan, Rozak memastikan hingga saat ini tidak ada keluhan berarti dari siswa maupun orang tua.
Kalaupun ada, hanya bersifat minor dan telah ditangani dengan baik oleh pihak sekolah.
“Tidak ada keluhan. Kalaupun ada, biasanya hanya satu atau dua, seperti ukuran yang kekecilan. Itu pun karena ukuran dipilih siswa sendiri dan sudah diselesaikan dengan penukaran. Program ini berjalan aman dan baik,” pungkasnya.
Dengan respon positif dari siswa dan pihak sekolah, program seragam Gratispol diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kaltim.
