
Samarinda, infosatu.co – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sayyid Muziburrachman, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di daerah pemilihannya, Kota Samarinda.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan utama warga, terutama terkait penanganan banjir yang hingga kini belum tuntas.

Sayyid mengungkapkan, sebelum adanya pemotongan anggaran, Bantuan
Keuangan (Bankeu) untuk Kota Samarinda telah disepakati menjadi salah satu yang terbesar di Kaltim.
“Final anggaran sebelum ada pemotongan itu sekitar 700-an miliar lebih untuk bantuan keuangan ke Samarinda,” ujarnya pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Menurutnya, alokasi anggaran sebesar itu diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperbaiki infrastruktur dan mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan kota.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan bantuan keuangan sebesar itu, ditambah dengan anggaran dari provinsi untuk Samarinda, dapat mengurangi berbagai permasalahan warga. Terutama masalah banjir dan infrastruktur, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Sayyid menilai, bantuan keuangan yang diterima Samarinda selama ini memang relatif besar dari tahun ke tahun.
Namun, tantangan utama yang dihadapi kota ini adalah tingginya intensitas hujan yang menyebabkan genangan cepat terjadi.
“Permasalahan utama kita akhir-akhir ini adalah curah hujan yang sangat tinggi sehingga banjir menjadi momok di Samarinda. Bahkan sekarang, belum hujan pun saat air pasang sungai Mahakam sudah sejajar dengan dataran di kota,” jelasnya.
Politikus Partai Golkar itu juga menyinggung wacana Gubernur Kaltim yang berencana melakukan pengurukan Sungai Karang Mumus dan Mahakam sebagai salah satu langkah pengendalian banjir.
Ia menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap rencana itu dapat segera direalisasikan.
“Mudah-mudahan wacana dari Pak Gubernur untuk pengurukan Karang Mumus dan Mahakam bisa terlaksana. Harapan saya sungai kita ini bisa lebih tinggi lagi debitnya, supaya air tidak mudah meluap,” kata Sayyid.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi konkret.
“Saya sangat perhatian dengan kondisi ini. Harapan saya, mudah-mudahan Pak Andi Harun bersama Pak Gubernur bisa terus berkolaborasi menemukan solusi terbaik bagi masyarakat Samarinda,” pungkasnya.
