infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Satyalancana untuk 142 ASN, Andi Harun Ingatkan Soal Teladan Pengabdian

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Sebanyak 142 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menerima Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun pada 2026.

Teks: Pemberian Penghargaan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Infosatu.co/Firda)

Penganugerahan tersebut digelar di rumah jabatan wali kota dan menjadi penegasan bahwa kesetiaan serta pengabdian panjang kepada negara tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan bahwa penghargaan itu diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan, khususnya Pasal 22.

Ia menegaskan, Satyalancana Karya Satya diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, negara dan pemerintah, dengan penuh kemampuan, kejujuran, kecakapan, disiplin, serta secara terus-menerus.

Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 115 Tahun 2022 tentang penganugerahan Satyalancana Karya Satya.

“Terdapat 26 orang untuk masa pengabdian 30 tahun, 27 orang untuk 20 tahun, dan 89 orang untuk 10 tahun. Sehingga total terdapat 142 orang penerima Satyalancana Karya Satya,” ungkapnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurut Andi Harun, para penerima penghargaan bukan sekadar pegawai yang lama bekerja, melainkan teladan dalam pengabdian.

“Teladan itu yang paling kuat di dalam mempertahankan keberadaan kita,” ujarnya.

Ia menyebut, pengabdian panjang para ASN menjadi memori yang tersimpan dalam perjalanan demokrasi dan birokrasi.

“Yang dikenal itu adalah yang bisa meninggalkan jejak memori di mesin demokrasi kita dan akan selalu menjadi ingatan para generasi demokrasi kita di masa-masa yang akan datang,” tegasnya.

Di tengah situasi disrupsi teknologi informasi dan derasnya kritik publik, ia menilai penghargaan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat bahwa masih ada keteladanan dalam birokrasi.

“Hari ini pesan yang kuat kepada masyarakat: 142 orang untuk kesempatan kali ini. Lihatlah mereka yang bekerja 10 tahun. Lihatlah mereka yang telah bekerja 20 tahun. 30 tahun terus berpilih kokoh untuk memberikan pelayanan publik dengan penuh kesungguhan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung polemik pelayanan air bersih yang sempat dipertanyakan masyarakat usai peresmian lima instalasi pengolahan di kawasan Brambai.

Ia mengaku mendapat pertanyaan dari wartawan terkait keluhan air keruh saat pengurasan dilakukan.

“Jika Pemerintah Kota Samarinda terlihat salah, ingatkan dan tegur kita. Tetapi kita juga harus objektif melihat satu persoalan. Jangan sampai kita mendeskripsikan sesuatu seolah-olah semuanya seperti itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi sumber air di Samarinda berbeda dengan daerah lain karena bergantung pada sungai dengan tingkat kekeruhan tinggi. Proses pengolahan membutuhkan biaya dan penanganan lebih besar.

“Satu-dua hari yang seperti itu, masa jasa orang-orang yang bekerja di lapangan selama setahun kita abaikan dan kita ungkit keburukan orang dari sesuatu yang memang harus terjadi secara teknis,” katanya.

Menurutnya, banyak pekerjaan teknis yang tidak terlihat publik, tetapi dilakukan hampir 24 jam oleh petugas di lapangan. “Itu kerja yang tidak pernah muncul di media, tidak pernah muncul di TV, tidak pernah muncul di panggung-panggung seremonial, tetapi mereka hampir 24 jam ada di lapangan,” ucapnya.

Andi Harun menegaskan, pelayanan publik adalah kerja jangka panjang yang harus dijaga keberlanjutannya.

Menghindari perawatan teknis demi kenyamanan sesaat justru berisiko pada pelayanan jangka panjang.

“Satya itu artinya kesetiaan. Karena kesetiaan dari ketulusan itulah pemerintah memberikan tanda jasa,” ujarnya.

Ia merinci tiga kunci utama bagi penerima penghargaan, yakni kesetiaan kepada negara dan Pancasila, pengabdian kepada publik di atas kepentingan pribadi dan golongan, serta kesetiaan pada sumpah dan jabatan saat pertama diangkat sebagai pegawai.

“Kita terima semua kritik, kita terima semua masukan. Kita pertama sabarkan, kuatkan sabar, dan mari kita terus berbenah,” tuturnya.

Menurutnya, masa depan Kota Samarinda tidak hanya bergantung pada wali kota, melainkan pada seluruh birokrasi yang menjalankan pelayanan publik.

“Di tangan Bapak-Ibu dan seluruh birokrasi di lingkungan publik Kota Samarinda, masa depan kota ini bergantung. Bukan semata di tangan wali kota,” tegasnya.

Andi Harun mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh penerima penghargaan, seraya berharap keteladanan itu terus menjadi penanda kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi Pemerintah Kota Samarinda.

Related posts

MTQ Ke-48 Samarinda Ulu Ditutup Wawali, 133 Peserta Ramaikan Ajang Tahunan

Firda

Dishub Usul Bayar Solar Subsidi Terintegrasi Melalui MyPertamina

Andika

Antrean SPBU Picu Macet, Dishub Siapkan Skema Penertiban Baru

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page