DPRD Samarinda

Sarung Tenun Sudah Jadi Ikon Wisata Samarinda Seberang, Laila: Terus Dipercantik

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah menanggapi keluhan pengrajin sarung tenun yang meminta pemerintah agar memberikan tempat khusus di sekitar Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center.

Hal itu disampaikannya saat ditemui infosatu.co beberapa waktu lalu di ruang kerjanya Lantai 3 Kantor DPRD Samarinda.

“Kita apresiasi para pengrajin sarung tenun yang meminta sebuah ruang, tetapi mengingat adanya pembatasan ini kita tidak bisa memberikan ruang itu,” ungkap Sekretaris DPC PPP Samarinda tersebut.

Menurutnya, pusat kerajinan sarung tenun di Samarinda Seberang justru berpotensi besar menarik wisatawan dan menjadi ikon Kota Tepian.

“Kalau saya lebih suka di Samarinda Seberang, jadi jangan menarik satu central produksi itu ke tempat lain. Kalau memang awalnya di situ, ya di sana saja,” kata wanita berusia 49 tahun itu.

Hanya saja untuk menarik para wisatawan, pemerintah harus menata dengan baik dan mempercantik tempat tersebut.

“Sebenarnya tinggal ditata saja seperti kampung ketupat atau wisata nasi kuning. Dimana-mana jual nasi kuning tapi yang terkenal di Jalan Lambung Mangkurat. Jadi jangan dipindah, tapi ditata saja,” jelasnya.

Strategi ini merupakan upaya pemerintah untuk mengenalkan destinasi wisata yang tersebar di Kota Samarinda.

“Begitu maksud saya, kalau ada yang bertanya tempat pembuatan sarung tenun atau kampung ketupat dimana, bisa kita arahkan ke Samarinda Seberang,” terangnya.

Jadi lanjut politikus PPP itu, ketika ada wisatawan mau berwisata di Kota Samarinda maka tidak akan menumpuk di kota.

“Artinya biar merata, jangan dikumpulkan di kota semua. Kalau semua ditarik ke kota, nanti malah tidak tersentuh lagi Samarinda Seberang,” ucapnya. (editor: irfan)

Related posts

Bebaskan Samarinda Dari Tambang, Andi Harun Dapat Dukungan Celni

Emmy Haryanti

Deni Dukung Program CPP Pemkot, Tekan Inflasi di Samarinda

Emmy Haryanti

Abdul Rohim Anggap Sebagian Proyek Besar Tak Relevan Dengan Pengangguran

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page