infosatu.co
DPRD KALTIM

Sarkowi: Serius Ancaman Sampah Plastik dan Lemahnya Penegakan Hukum Lingkungan di Kaltim

Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sarkowi V Zahry menegaskan persoalan lingkungan hidup di Benua Etam tak bisa lagi ditangani dengan pendekatan simbolis.

Ia menilai ada dua isu utama yang dinilai sangat krusial namun belum ditangani secara maksimal, yakni pengelolaan sampah plastik dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan.

“Masalah sampah plastik ini bukan sekadar soal estetika kota, tapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan keberlangsungan ekosistem. Sungai-sungai kita tercemar, tanah-tanah produktif ikut rusak,” kata Sarkowi.

Ia menyebutkan, belum adanya sistem pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi dan minimnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama permasalahan terus berulang.

Padahal, menurutnya, edukasi dan infrastruktur pengolahan limbah seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain itu, Sarkowi juga menyoroti lemahnya pengawasan dan tindak lanjut terhadap aktivitas industri atau pihak-pihak yang secara langsung mencemari lingkungan.

Ia menilai aparat dan instansi teknis kerap bersikap longgar atau lamban dalam menangani pelanggaran.

“Banyak kasus perusakan lingkungan yang kita tahu terjadi, tapi tidak pernah sampai ke meja hijau. Kalau tidak ada keberanian menindak, maka regulasi hanya jadi hiasan,” tegasnya.

Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat di Benua Etam dapat berkomitmen dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat.

“Kita harus berani berubah. Butuh sistem yang jelas, penegakan hukum yang konsisten, dan kesadaran kolektif. Lingkungan tidak bisa ditunggu sampai rusak total baru kemudian kita panik,” tandasnya.

Related posts

Jahidin: Wartawan Bagian Tak Terpisahkan dari Tugas DPRD Awasi Aset Daerah

adinda

Jahidin: Bongkar Bangunan Liar di Aset Daerah, Nilai Kelalaian Sudah Puluhan Tahun

adinda

Fadly Imawan Minta Pemerintah Beri Afirmasi Pendidikan di Wilayah Tertinggal

adinda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page