Jakarta, infosatu.co – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan capaian dalam pelestarian budaya nasional.
Pada tahun 2025 Kaltim menerima penetapan 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) yang berasal dari tiga kabupaten, yakni Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, serta satu kota yakni Kota Samarinda.
Kota Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan kota di Kaltim dengan raihan tiga sertifikat penetapan WBTbI, masing-masing untuk Amplang Samarinda, Amparan Tatak, dan Bubur Peca.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Barlin Hady Kesuma didampingi Pamong Museum Ainun Jariah menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Ia menyebut penetapan ini menjadi momen penting setelah sembilan tahun Samarinda tidak memperoleh pengakuan WBTbI.
“Terakhir kali Kota Samarinda mendapatkan penetapan WBTbI pada tahun 2016 melalui Sarung Tenun Samarinda,” katanya.
“Proses pengusulan kali ini cukup panjang, mulai dari inventarisasi karya budaya, penulisan kajian akademis, hingga pembuatan video pendukung,” ujar Barlin pada Selasa, 16 Desember 2025.
Menurutnya, persiapan pengusulan telah dilakukan sejak sekitar satu tahun sebelumnya dengan melibatkan berbagai pihak termasuk komunitas budaya, masyarakat, dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Barlin menambahkan, dari empat karya budaya yang diusulkan, tiga berhasil ditetapkan, sementara satu usulan lainnya, yakni Kapal Tambangan masih tertunda dan akan kembali diajukan pada tahun mendatang bersama karya budaya khas Samarinda lainnya.
Ke depan, Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda berharap pencatatan karya budaya daerah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di tingkat nasional.
Selain itu, karya budaya yang telah berstatus WBTbI, seperti Sarung Tenun Samarinda juga didorong untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, menyusul Batik, Kebaya, dan Pencak Silat yang telah lebih dulu mendapat pengakuan internasional.
Pada kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (AWBTbI) 2025, Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda turut berpartisipasi dalam Pameran Kuliner Nusantara dengan menampilkan Amplang Samarinda yang juga ditetapkan sebagai WBTbI 2025.
Keikutsertaan tersebut mendapat perhatian khusus dari Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI I Made Dharma Suteja, serta Inspektur Jenderal Kebudayaan Fryda Lucyana beserta rombongan.
Kehadiran Booth Amplang Samarinda pun menuai pujian karena dinilai mampu menarik perhatian pengunjung dan menjadi salah satu stan paling ramai dikunjungi selama pameran berlangsung.
“Amplang Samarinda memiliki cita rasa yang enak dengan tekstur khas sehingga menjadi produk budaya yang sangat diminati,” ujar I Made Dharma Suteja saat meninjau pameran.
