Bontang, infosatu.co – Program bantuan renovasi rumah layak huni dari Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah dmanfaatnya oleh warga RT 5, Kelurahan Bontang Lestari.
Bantuan tersebut membuat kondisi rumah warga menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
Namun, di balik perbaikan hunian tersebut, warga masih menghadapi persoalan mendasar, yakni keterbatasan akses air bersih yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
Salah satu penerima bantuan, Pagatan, mengakui hal tersebut khususnya terkait dengan keterbatasan akses air bersih bagi mereka.
Namun demikian, Pagatan bersyukur atas bantuan renovasi rumah yang diberikan pemerintah. Ia mengatakan kondisi rumahnya kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Rumah kami sekarang sudah lebih baik dan nyaman ditempati,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 27 Maret 2026.
Di wilayah tersebut terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan renovasi rumah dengan nilai sekitar Rp50 juta untuk setiap unit.
Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan, sementara proses renovasi dilakukan secara mandiri oleh warga penerima.
Pagatan menjelaskan renovasi rumah tersebut telah selesai sekitar empat bulan lalu.
Meski demikian, kebutuhan dasar berupa air bersih masih menjadi kendala yang dihadapi warga hingga saat ini.
“Yang masih jadi kendala itu air. Kalau tidak ada air, susah sekali. Kami harus ambil dari sumur yang jaraknya cukup jauh,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga harus berjalan bolak-balik menuju sumur dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah.
Akses menuju sumber air tersebut juga tidak sepenuhnya mudah karena harus melewati area rumah warga lain.
“Setiap hari kami ambil air di sumur, bolak-balik. Kadang harus lewat rumah orang juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun fasilitas lain seperti listrik sudah tersedia, ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan utama yang diharapkan dapat segera terpenuhi.
“Kalau lampu sudah ada, tidak masalah. Tapi air ini yang paling penting karena kebutuhan utama,” ujarnya.
Selain persoalan air bersih, Pagatan juga menyebut di wilayah tersebut masih terdapat sejumlah rumah warga yang belum mendapatkan bantuan renovasi.
Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar lima rumah yang sudah berdiri, sementara masih ada lebih dari sepuluh rumah lainnya yang membutuhkan perbaikan.
“Di sini masih banyak rumah yang perlu dibenahi. Ada yang sudah dapat, tapi masih banyak juga yang belum,” jelasnya.
Ia berharap program bantuan pemerintah dapat terus berlanjut secara bertahap, tidak hanya dalam bentuk renovasi rumah, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Harapannya ke depan bisa ada bantuan air bersih sampai ke rumah warga, supaya kami tidak perlu lagi bolak-balik ambil air jauh,” pungkasnya. (Adv)
