infosatu.co
PARIWISATA

Ritual Sore Ramadan, Pasar Rawamangun Jadi Pusat Rindu dan Takjil Ramadan

Teks: Jajanan aneka gorengan yang ada di Pasar Rawamangun (infosatu.co/Emmy)

Jakarta, infosatu.co — Jarum jam perlahan mendekati pukul 16.00 WIB. Pasar Rawamangun di Jakarta Timur berubah wajah. Lorong-lorong pasar yang biasanya dipenuhi transaksi bahan pokok, kini semarak oleh aroma takjil Ramadan.

Mulai dari gorengan, manis kolak, dan teriakan penjual yang saling bersahutan menawarkan dagangannya. Ramadan memang selalu punya cara menghadirkan kehidupan yang berbeda.

Berburu takjil di Pasar Rawamangun bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka. Ia menjelma menjadi ritual tahunan, tempat warga melepas rindu pada suasana kebersamaan yang kian langka di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Dari depan pasar hingga ke bagian dalam, deretan pedagang takjil berjejer rapi.

Ada kolak pisang dengan kuah gula aren yang pekat, es campur berwarna-warni, es blewah yang segar, hingga aneka gorengan bakwan, risol, tahu isi yang digoreng langsung di tempat.

Suara minyak panas yang mendesis seolah menjadi musik latar khas Ramadan.

Teks: Kue Lopis milik bu Minah (infosatu.co/Emmi)

Salah satunya Bu Minah, pedagang kue lopis yang sudah berjualan di Pasar Rawamangun setiap bulan Ramadan, ia mengaku omzetnya meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Alhhamdulillah kalau puasa yang beli lebih rame,” katanya sembari membungkus kue lopis di plastik putih.

Ia mulai berjualan sejak pukul 15.30 WIB, menyesuaikan dengan waktu warga mulai berburu takjil.

Baginya, Ramadan bukan hanya soal peningkatan penghasilan, tetapi juga soal kebersamaan.

Ia mengaku banyak pelanggan tetap yang setiap tahun selalu kembali.

Menjelang waktu berbuka, kepadatan pengunjung semakin terasa. Jalanan di sekitar pasar mulai padat oleh kendaraan yang melambat, sementara pejalan kaki berlalu-lalang dengan kantong plastik di tangan.

Meski sempat terjadi antrean, suasana tetap tertib. Senyum dan sapaan ringan antar pembeli dan penjual mencairkan lelah setelah seharian berpuasa.

Nuansa pasar tradisional dengan jajanan khas Ramadan mengingatkan pada suasana serupa di daerah asal.

Di Pasar Rawamangun, berburu takjil bukan hanya soal makanan pembuka puasa.

Ia adalah potret kecil tentang tradisi, harapan, dan kebersamaan yang terus hidup di tengah denyut Jakarta Timur.

Related posts

Turis Italia Kagumi Meriahnya Iftar dan Hangatnya Sambutan di Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026

Firda

Ayam Bakar Madu Malaysia Hadir di Pasar Ramadan Samarinda, Usung Resep Asli dari Tawau

Andika

Tak Perlu Konsep Berlebihan, 28 Coffee Tetap Dipadati Pengunjung Setiap Hari

Firda

You cannot copy content of this page