Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melanjutkan program penataan kawasan kota.
Setelah pengerjaan revitalisasi Pasar Pagi memasuki tahap akhir, kini giliran Pasar Segiri yang akan dibenahi.
Pasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan kebutuhan sehari-hari warga Samarinda ini direncanakan akan direvitalisasi dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikan Asisten ll Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy
Pasar Segiri yang telah berdiri sejak 1976 dengan luas mencapai sekitar lima hektar itu diproyeksikan menjadi kawasan pasar yang lebih modern dan tertata.
Ia mengatakan anggaran revitalisasi telah diajukan dalam rencana penggunaan APBD tahun depan dengan nilai sekitar Rp257 miliar.
“Meskipun kemungkinan akan disesuaikan menjadi Rp200 miliar,” ungkapnya belum lama ini.
Berbeda dengan konsep revitalisasi Pasar Pagi, pendekatan yang diterapkan pada Pasar Segiri disesuaikan dengan karakteristik pedagangnya.
Nantinya, kawasan ini akan dibangun dalam bentuk gedung dua lantai.
Marnabas menjelaskan, pertimbangan tersebut diambil karena sebagian besar pedagang di Pasar Segiri menjual komoditas basah seperti ikan dan sayur-mayur.
“Sebab yang dibutuhkan akses langsung untuk bongkar muat barang,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Samarinda tengah melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Data sementara mencatat sekitar dua ribu pedagang. Namun proses verifikasi masih berjalan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih saat proses penataan ulang dilakukan.
Sementara itu, agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan selama masa pembangunan, Pemkot tengah mempertimbangkan sejumlah lokasi relokasi sementara.
Salah satu kawasan yang masuk dalam opsi adalah eks Bandara Temindung di Jalan Pipit.
Namun lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur, sehingga skema pinjam pakai sedang dijajaki.
“Mudah-mudahan nanti bisa dipinjamkan biar bisa digunakan sementara,” tandas Marnabas.
Sebagai informasi, Bandara Temindung merupakan bandara pertama yang beroperasi di Samarinda sejak 1974 hingga resmi berhenti beroperasi pada 2018.
Aktivitas penerbangan kini terpusat di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Sungai Siring, yang menjadi bandara utama dan berstatus internasional.
