infosatu.co
Balikpapan

Reuni ke-5 Bani Usman, Merawat Akar di Tengah Bertambahnya Generasi

Teks: Foto bersama sebelum perpisahan keluarga Bani Usman, meski belum seluruh anggota keluarga ikut dalam sesi foto (Infosatu.co/Firda).

Balikpapan, infosatu.co – Waktu terus berjalan, generasi terus bertambah, dan jarak kian melebar. Namun, satu hal yang tetap dijaga oleh keluarga besar Bani Usman: ikatan.

Teks: Lomba bernyanyi antar keluarga (Infosatu.co/Firda)

Lewat reuni ke-5, keluarga lintas generasi ini kembali dipertemukan, menyambung cerita yang sempat terpisah oleh ruang dan waktu.

Mengusung tema “Himung Bedapatan Taguhkan Silaturahmi”, reuni kali ini menjadi momen berkumpul setelah dua tahun jeda.

Jika sebelumnya kebersamaan dirayakan di Loksado, Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan aktivitas river tubing dan bambu rafting yang penuh adrenalin, disertai momen menginap di villa dan camping bersama di alam terbuka, kini suasana bergeser lebih santai.

Di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) menghadirkan nuansa berbeda—berkumpul di penginapan, berjalan santai ke Pantai, hingga menyusuri pusat perbelanjaan.

Namun di balik kesederhanaan itu, esensi reuni tetap sama: pulang, bukan ke tempat, melainkan ke orang-orang yang terikat oleh darah yang sama.

Ketua panitia, Finnah Fourqoniah, menegaskan bahwa reuni bukan sekadar agenda dua tahunan, tetapi cara menjaga ingatan keluarga agar tidak terputus oleh waktu.

“Di reuni ini ada generasi pertama sampai generasi keempat, bahkan terus bertambah. Harapannya anak, cucu, cicit saling mengenal. Kita ingin mereka tahu, ada darah yang menyatukan dari kakek yang sama,” ujarnya, Minggu, 5 April 2026 usai perpisahan bersama keluarga Bani Usman.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang seiring bertambahnya generasi. Ikatan emosional yang kuat di generasi awal tidak selalu otomatis dimiliki generasi berikutnya.

“Generasi pertama dan kedua masih kuat karena punya kenangan bersama. Tapi generasi ketiga, keempat, bahkan kelima perlu upaya lebih supaya tetap merasa memiliki,” katanya.

Upaya itu tidak mudah. Menyatukan waktu dari berbagai daerah, menentukan lokasi, hingga menyusun konsep kegiatan yang bisa diterima semua kalangan menjadi tantangan tersendiri.

“Tapi karena panitia kompak, alhamdulillah semua bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Di reuni ini, tidak semua keluarga bisa hadir. Sejumlah anggota keluarga dari Jakarta, Bandung dan Surabaya terpaksa berhalangan karena berbagai kesibukan.

Sementara itu, peserta yang hadir berasal dari Samarinda, Balikpapan, Barabai, Martapura dan Banjarmasin.

“Meski tidak semua bisa hadir, komunikasi tetap terjaga. Harapannya di reuni berikutnya bisa lebih lengkap,” tambahnya.

Di sisi lain, makna reuni terasa dari pengalaman para peserta. Salah satunya Nada, yang datang dari Martapura bersama rombongan keluarga menggunakan konvoi empat mobil.

Perjalanan panjang justru menjadi bagian dari kebersamaan. “Kalau sendiri mungkin terasa jauh. Tapi karena ramai-ramai, jadi tidak terasa,” tuturnya.

Dalam perjalanan, rombongan juga sempat singgah ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, kawasan tersebut masih terasa seperti destinasi wisata—indah secara alam, namun belum sepenuhnya hidup sebagai pusat pemerintahan.

Meski demikian, perjalanan itu hanyalah pembuka menuju tujuan utama, yaitu berkumpul bersama keluarga Bani Usman.

“Silaturahmi itu perintah agama. Di keluarga ini juga sudah jadi budaya untuk saling mengunjungi. Apalagi ini sudah sampai lima generasi, kalau tidak datang rasanya rugi,” ujar Nada sembari tersenyum tipis.

Puncak reuni diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba bernyanyi antar keluarga, di mana lagu yang dibawakan termasuk lagu ciptaan khusus Bani Usman, permainan bisik berantai, hingga doa bersama untuk para sesepuh yang telah tiada.

“Di situ terasa sekali. Kita senang, tapi juga haru. Jadi silaturahmi itu bukan hanya kumpul, tapi juga mengingat,” katanya.

Lebih dari sekadar pertemuan, reuni ini menjadi ruang untuk merawat nilai dan harapan keluarga ke depan.

“Semoga persaudaraan ini terus terjaga. Reuni tetap berjalan, dan ke depan kita bisa saling membantu, berbagi, bahkan memberi manfaat untuk masyarakat, baik dari sisi pendidikan, agama, maupun kualitas generasi berikutnya,” ucapnya.

Di Balikpapan, reuni ke-5 ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi keluarga Bani Usman, yang dibangun bukan sekadar acara, melainkan jembatan panjang antar generasi.

Jembatan yang menghubungkan nama-nama lama dengan wajah-wajah baru dan mengingatkan bahwa sejauh apa pun melangkah, selalu ada tempat untuk pulang: keluarga.

Related posts

Artha Graha Peduli Distribusikan Sembako Subsidi, Perkuat Akses Pangan Masyarakat

Rizki

Polresta Apresiasi JMSI Balikpapan Lewat Piagam ‘Polri untuk Masyarakat’

Rizki

Mentan Andi Amran: Kaltim Tidak Tergantung Lagi dengan Beras Luar Daerah

Nur Alim

You cannot copy content of this page